“Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”
Yesus berkata kepada Marta, “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” Ayat ini mengingatkan kita bahwa hidup dalam kuasa Allah dimulai dari hati yang percaya. Percaya bukan sekadar tahu, tetapi menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. Marta sedang menghadapi duka karena kematian saudaranya, Lazarus, namun Yesus menantangnya untuk tetap percaya. Dalam hidup ini, kita pun sering menghadapi hal-hal yang tidak kita mengerti. Namun saat kita memilih untuk percaya, kuasa Allah bekerja melebihi logika manusia. Kuasa Allah tidak terbatas oleh situasi yang kita anggap mustahil. Tuhan tidak pernah terlambat dan tidak pernah salah. Dia hadir dalam setiap pergumulan kita untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Ketika kita percaya, kita membuka pintu bagi Tuhan untuk bertindak. Percaya berarti menantikan Tuhan bekerja menurut waktu dan cara-Nya. Marta awalnya meragukan, tapi akhirnya menyaksikan Lazarus dibangkitkan. Kita juga bisa melihat mujizat Tuhan jika kita tidak menyerah dalam percaya. Percaya bukan hanya awal, tetapi juga proses yang terus-menerus. Dalam setiap langkah hidup, kita harus memilih untuk tetap percaya. Hidup dalam kuasa Allah berarti berjalan bukan dengan perasaan, tapi dengan iman. Iman yang teguh menjadikan kita siap melakukan kehendak Tuhan. Tuhan sering menunda untuk menguji iman kita, bukan karena tidak peduli. Namun justru dalam penundaan itu, Tuhan menyempurnakan kita. Kita dipanggil untuk hidup bukan berdasarkan kenyamanan, tetapi ketaatan. Terkadang kita harus percaya bahkan ketika semuanya terasa gelap. Namun justru dalam gelap, terang kemuliaan Allah paling nyata. Percaya kepada Tuhan bukan hal pasif, tetapi aktif dan berani. Percaya mendorong kita untuk tetap melangkah sekalipun belum melihat jawaban. Tuhan bekerja melalui orang-orang yang sungguh percaya kepada-Nya. Jangan takut untuk taat ketika Tuhan memanggil. Dalam iman yang hidup, kita siap dipakai Tuhan untuk rencana-Nya. Hiduplah dalam kuasa-Nya, dan bersiaplah menyaksikan kemuliaan-Nya.
Doa Hari Ini:
“Bapa, ajar aku untuk sungguh-sungguh percaya kepada-Mu dalam setiap keadaan. Kuatkan hatiku untuk tetap taat dan berharap hanya pada kehendak-Mu. Pakailah hidupku untuk memuliakan nama-Mu melalui iman yang terus bertumbuh. Terima kasih Bapa, Amin!”