Percayalah Abram kepada Allah

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Percayalah Abram kepada Allah

Bacaan : Kejadian 15 : 6

“Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”

Kejadian 15:6 berkata, “Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Abram hidup dalam sebuah janji yang belum ia lihat penggenapannya. Allah telah berjanji bahwa Abram akan memiliki keturunan dan menjadi berkat bagi banyak bangsa. Namun, keadaan Abram dan Sarai secara manusiawi membuat janji itu tampak sulit terjadi. Di tengah keadaan tersebut, Allah kembali meneguhkan janji-Nya kepada Abram. Respons Abram bukanlah mengandalkan kekuatannya sendiri, tetapi percaya kepada Allah. Iman Abram menunjukkan bahwa ia mempercayai karakter dan firman Allah. Ia percaya bukan karena semua keadaan sudah jelas, tetapi karena Allah yang berjanji adalah Allah yang setia. Kejadian 15:6 menegaskan bahwa Allah memperhitungkan iman Abram sebagai kebenaran. Kebenaran itu bukan hasil prestasi atau usaha Abram untuk mendapatkan penerimaan Allah. Allah sendiri yang menyatakan Abram benar berdasarkan imannya kepada-Nya. Di sinilah kita melihat prinsip kasih karunia yang menjadi dasar karya keselamatan Allah. Allah memulai hubungan perjanjian dan manusia dipanggil untuk merespons dengan iman. Janji kepada Abram kemudian bergerak menuju penggenapan yang lebih besar dalam Kristus. Melalui Kristus, berkat yang dijanjikan kepada Abraham menjangkau semua orang yang percaya. Karena itu, iman Abram menjadi bagian penting dari kisah Injil yang sudah mulai terlihat sejak kitab Kejadian. Injil menunjukkan bahwa keselamatan bukanlah upah yang kita beli melalui kebaikan kita. Keselamatan adalah pemberian Allah yang diterima melalui iman kepada janji-Nya. Ketika kita percaya kepada Kristus, kita tidak lagi berdiri berdasarkan keberhasilan atau kegagalan kita. Identitas kita berdiri di atas karya Kristus yang sempurna bagi kita. Karena itu, kita dapat menghadapi masa depan dengan percaya sekalipun belum melihat seluruh rencana Allah. Iman tidak berarti kita mengetahui semua jawaban, tetapi kita mengenal Pribadi yang memegang hidup kita. Seperti Abram, kita dipanggil untuk tetap percaya ketika janji Allah belum terlihat sepenuhnya. Ketika kita menantikan pertolongan Tuhan, jangan biarkan keadaan mengalahkan kepercayaan kita kepada firman-Nya. Allah yang berjanji kepada Abram adalah Allah yang tetap setia kepada perjanjian-Nya. Puncak kesetiaan Allah terlihat dalam Kristus yang datang untuk menggenapi rencana keselamatan-Nya. Karena itu, marilah kita percaya kepada Allah, memegang janji-Nya, dan hidup dalam pengharapan kepada Kristus.

Doa Hari Ini :

“Tuhan, ajar kami seperti Abram untuk percaya kepada-Mu sekalipun kami belum melihat penggenapan janji-Mu. Tolong kami untuk tidak bergantung pada kekuatan dan keberhasilan kami sendiri, tetapi berpegang pada kasih karunia dan kesetiaan-Mu dalam Kristus. Biarlah iman kepada-Mu membuat kami tetap teguh, sabar menantikan janji-Mu, dan hidup menjadi berkat bagi sesama. Amin!”