“9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. 10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.”
Paulus berkata bahwa ia adalah rasul yang paling hina karena dahulu ia menganiaya jemaat Allah. Namun, Paulus tidak berhenti pada masa lalunya. Ia menyadari bahwa hidupnya telah diubah oleh kasih karunia Allah. Kasih karunia adalah kebaikan Allah yang diberikan kepada orang yang sebenarnya tidak layak menerimanya. Paulus tidak menganggap perubahan hidupnya sebagai hasil kekuatannya sendiri. Ia berkata, “Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang.” Artinya, Paulus mengakui bahwa semua yang ada dalam hidupnya berasal dari kasih karunia Allah. Kasih karunia tidak hanya mengampuni dosa, tetapi juga mengubah hidup seseorang. Allah mengambil Paulus yang dahulu menjadi penganiaya dan menjadikannya pemberita Injil. Inilah karya penebusan Allah yang mengubah orang berdosa menjadi alat bagi rencana-Nya. Karena itu, kita tidak boleh membiarkan masa lalu menentukan masa depan kita. Di dalam Kristus, kasih karunia Allah memberikan kehidupan yang baru. Kita mungkin memiliki kelemahan, kegagalan, dan dosa, tetapi kasih karunia Allah lebih besar daripada semuanya itu. Paulus juga berkata bahwa kasih karunia Allah kepadanya tidak sia-sia. Ia bekerja lebih keras daripada rasul-rasul yang lain, tetapi ia segera mengakui bahwa semua itu terjadi karena kasih karunia Allah yang menyertainya. Ini mengajarkan bahwa kasih karunia bukan alasan untuk menjadi malas. Sebaliknya, kasih karunia mendorong kita untuk hidup sungguh-sungguh bagi Tuhan. Ketika kita memahami kasih karunia, kita tidak bekerja untuk mendapatkan kasih Allah, tetapi bekerja karena kita sudah menerima kasih-Nya. Hidup yang diubah oleh kasih karunia seharusnya menjadi hidup yang berdampak bagi orang lain. Keluarga kita dapat merasakan kasih Kristus melalui perkataan dan tindakan kita. Teman-teman kita dapat melihat perubahan hidup ketika kita memilih hidup dalam kebenaran dan kasih. Pelayanan kita juga bukan kesempatan untuk mencari pujian, melainkan ungkapan syukur kepada Allah. Semua keberhasilan dalam hidup dan pelayanan harus membawa kita kembali kepada satu pengakuan, yaitu semuanya karena kasih karunia. Jadi, jangan membanggakan diri atas apa yang telah kita lakukan, tetapi bersyukurlah kepada Allah yang telah mengubah dan memakai hidup kita. Semua karena kasih karunia.
Doa Hari Ini :
“Tuhan, terima kasih karena kasih karunia-Mu telah mengampuni, mengubah, dan memberikan tujuan baru bagi hidup kami. Tolong kami agar tidak menyia-nyiakan kasih karunia-Mu, tetapi hidup sungguh-sungguh bagi Kristus dan menjadi berkat bagi banyak orang. Ajarlah kami untuk selalu rendah hati dan mengakui bahwa semua yang kami miliki, lakukan, dan capai adalah karena kasih karunia-Mu. Amin.”