“dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.” Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.”
Kejadian 14:20 mengingatkan kita bahwa kemenangan Abram dalam peperangan bukanlah hasil kekuatannya sendiri, tetapi pertolongan Allah Yang Mahatinggi. Abram baru saja menghadapi peperangan besar dan berhasil menyelamatkan Lot serta keluarganya. Setelah kemenangan itu, Melkisedek memberkati Abram dan berkata bahwa Allah Yang Mahatinggi telah menyerahkan musuh-musuhnya ke tangannya. Perkataan ini menunjukkan bahwa Allah adalah sumber kemenangan umat-Nya. Abram tidak mengambil semua kemuliaan bagi dirinya sendiri. Ia menyadari bahwa kemenangan itu adalah pemberian Allah. Karena itu, Abram memberikan kepada Melkisedek sepersepuluh dari semuanya. Pemberian sepersepuluh menjadi tanda bahwa Abram mengakui kepemilikan dan kuasa Allah atas segala sesuatu. Abram tidak memberi karena Allah kekurangan sesuatu. Abram memberi karena ia sadar bahwa semua yang dimilikinya berasal dari Allah. Prinsip ini mengajar kita bahwa berkat Tuhan harus membawa kita kepada ucapan syukur. Ketika Tuhan memberikan kemenangan, kita tidak boleh melupakan siapa yang memberikan kemenangan itu. Dalam kehidupan, kita juga menghadapi berbagai peperangan. Kita mungkin menghadapi masalah, godaan, kegagalan, tekanan, dan ketakutan. Namun, di tengah semua itu, Allah tetap bekerja untuk memelihara umat-Nya. Kemenangan terbesar bukan hanya ketika kita berhasil mengalahkan masalah, tetapi ketika kita tetap percaya kepada Allah di tengah masalah. Dari sudut pandang Injil, kemenangan Abram menunjuk kepada karya Allah yang lebih besar melalui Kristus. Kristus datang sebagai Raja yang sempurna untuk memenangkan peperangan melawan dosa dan kematian. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Kristus memberikan kemenangan yang tidak dapat kita peroleh dengan kekuatan sendiri. Karena itu, hidup kita bukan lagi hidup untuk mencari kemuliaan bagi diri sendiri, melainkan hidup untuk memuliakan Allah. Seperti Abram yang memberikan sepersepuluh sebagai tanda pengakuan bahwa semuanya berasal dari Allah, kita juga dipanggil menyerahkan hidup kita kepada Tuhan. Memberi kepada Tuhan bukan sekadar kewajiban, tetapi merupakan respons syukur atas kasih dan keselamatan yang telah kita terima. Kita belajar bahwa uang, waktu, kemampuan, pekerjaan, dan seluruh hidup kita adalah milik Tuhan. Karena itu, jangan hanya datang kepada Tuhan ketika membutuhkan kemenangan. Datanglah kepada Tuhan karena kita mengenal Dia sebagai sumber segala kemenangan. Kiranya setiap kemenangan yang Tuhan berikan membuat kita semakin rendah hati, semakin bersyukur, dan semakin setia kepada-Nya. Pada akhirnya, sepersepuluh dari semuanya bukan terutama berbicara tentang jumlah, tetapi tentang hati yang mengakui bahwa Allah adalah pemilik segala sesuatu dan Kristus adalah sumber keselamatan serta kemenangan kita.
Doa Hari Ini :
“Tuhan, ajar kami menyadari bahwa setiap kemenangan, berkat, dan segala sesuatu yang kami miliki berasal dari-Mu. Tolong kami untuk memiliki hati yang bersyukur dan rela menyerahkan hidup, waktu, kemampuan, serta milik kami bagi kemuliaan-Mu.
Kiranya melalui Kristus kami terus percaya kepada-Mu di tengah setiap peperangan hidup dan hidup hanya untuk memuliakan nama-Mu. Terima kasih Tuhan, Amin!”