“17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.”
Firman Tuhan dalam Ibrani 13:17 mengajarkan kita untuk menaati pemimpin rohani dan menghormati tanggung jawab mereka. Pemimpin rohani diberikan tugas untuk membimbing umat Tuhan dalam perjalanan iman. Mereka berjaga-jaga atas kehidupan rohani kita karena mereka harus mempertanggungjawabkan tugasnya kepada Tuhan. Karena itu, kita perlu belajar untuk mendengarkan nasihat mereka dengan hati yang rendah. Ketaatan kepada pemimpin bukan berarti kita harus mengikuti semua perkataan manusia tanpa berpikir. Ketaatan kita tetap harus sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Jika seorang pemimpin mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan firman Tuhan, kita harus tetap berpegang pada kebenaran Tuhan. Namun, kita tidak boleh menolak nasihat yang benar hanya karena kita tidak menyukainya. Hati yang rendah membuat kita bersedia belajar dan menerima teguran. Melalui ketaatan, Tuhan membentuk karakter kita agar semakin menyerupai Kristus. Kita juga perlu memahami bahwa semua pencapaian dalam hidup bukanlah tujuan akhir kita. Keberhasilan dalam pendidikan, pekerjaan, pelayanan, dan kehidupan adalah sarana untuk memuliakan Kristus. Semua kemampuan yang kita miliki berasal dari anugerah Tuhan. Karena itu, kita tidak boleh menggunakan keberhasilan untuk meninggikan diri sendiri. Sebaliknya, kita harus memakai setiap pencapaian untuk melayani Tuhan dan sesama. Ketaatan kepada pemimpin yang benar juga merupakan bagian dari kehidupan yang menghormati Tuhan. Ketika kita bekerja sama dengan pemimpin, kita dapat membantu pelayanan berjalan dengan baik. Sikap suka melawan dan selalu mengeluh dapat membuat pelayanan menjadi berat. Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak membuat pemimpin menjalankan tugasnya dengan keluh kesah. Sebab, pelayanan yang dilakukan dengan sukacita akan membawa kebaikan bagi jemaat. Namun, pemimpin juga harus menjalankan tugasnya dengan kasih, kerendahan hati, dan tanggung jawab di hadapan Tuhan. Kristus adalah teladan utama bagi pemimpin dan orang yang dipimpin karena Ia datang untuk melayani. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Kristus menyelamatkan umat-Nya dan membentuk mereka menjadi satu keluarga Allah. Oleh sebab itu, marilah kita menggunakan setiap pencapaian untuk menghayati Kristus dengan menaati pemimpin yang setia kepada firman Tuhan, melayani dengan rendah hati, dan memuliakan Allah dalam segala hal.
Doa Hari Ini :
“Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk memiliki hati yang rendah, menghormati pemimpin yang Engkau tempatkan, dan tetap berpegang pada kebenaran firman-Mu. Tolonglah kami agar setiap pencapaian dalam pendidikan, pekerjaan, dan pelayanan tidak membuat kami sombong, tetapi menjadi sarana untuk melayani dan memuliakan nama-Mu. Pimpinlah para pemimpin kami agar setia kepada firman-Mu, dan mampukanlah kami untuk hidup dalam ketaatan, kasih, serta kerendahan hati demi kemuliaan-Mu. Amin.”