“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus”
Roma 8:1-2 menegaskan bahwa tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Injil ini tidak muncul tiba-tiba, tetapi sudah berakar sejak kitab Kejadian. Di Kejadian, dosa manusia membawa keterpisahan dari Allah. Namun di tengah dosa itu, Allah segera memberi janji keselamatan. Janji itu adalah tentang keturunan perempuan yang akan mengalahkan dosa. Inilah Injil yang hidup sejak awal sejarah manusia. Dosa membawa rasa bersalah dan takut akan hukuman. Manusia tidak mampu melepaskan diri dari kuasa dosa dengan kekuatannya sendiri. Karena itu Allah bertindak melalui perjanjian-Nya. Puncak perjanjian itu digenapi di dalam Kristus Yesus. Kristus menanggung hukuman yang seharusnya kita terima. Oleh kematian dan kebangkitan-Nya, kuasa dosa dipatahkan. Roma 8:1 menyatakan bahwa orang percaya tidak lagi berada di bawah penghukuman. Ini berarti status kita di hadapan Allah sudah berubah. Kita tidak lagi dipandang sebagai terhukum, tetapi sebagai anak. Hukum Roh yang memberi hidup membebaskan kita dari hukum dosa dan maut. Kebebasan ini adalah anugerah, bukan hasil usaha manusia. Injil di Kejadian kini menjadi realitas yang hidup dalam Kristus. Janji Allah terbukti setia dari awal sampai akhir. Hidup tanpa penghukuman bukan berarti hidup tanpa ketaatan. Justru karena bebas, kita dipanggil untuk hidup bagi Allah. Kita hidup dalam syukur, bukan dalam rasa takut. Kita melangkah dalam pengharapan, bukan dalam rasa bersalah. Injil ini memberi kekuatan untuk hidup baru setiap hari. Di dalam Kristus, janji dan pengampunan Allah sungguh nyata.
Doa Hari Ini :
“Tuhan Allah, kami bersyukur karena di dalam Kristus tidak ada lagi penghukuman bagi kami. Terima kasih karena janji keselamatan-Mu sudah hidup sejak awal dan digenapi dengan sempurna. Tolong kami hidup dalam kebebasan, ketaatan, dan syukur setiap hari. Terima kasih Tuhan, Amin.”