“Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.”
Rasul Paulus menegaskan bahwa pelayanan Injil adalah anugerah belas kasihan Allah. Pelayanan ini bukan hasil kekuatan manusia, melainkan pemberian Tuhan yang setia. Karena itu, Paulus berkata bahwa ia tidak tawar hati. Ketidak-tawaran hati lahir dari kesadaran bahwa Allah yang memanggil juga memelihara. Anak-anak Allah hidup dari kasih karunia, bukan dari keberhasilan diri. Dalam perjanjian penebusan, Allah lebih dahulu bekerja sebelum manusia merespons. Kristus telah menyelesaikan karya keselamatan di kayu salib. Dari karya itu mengalir kekuatan untuk tetap setia melayani. Kerinduan anak-anak Allah adalah menyenangkan hati Tuhan. Kerinduan itu tidak bergantung pada situasi yang mudah. Ketika penderitaan datang, iman sering diuji. Namun anugerah Allah tidak pernah berhenti bekerja. Tuhan yang memulai pelayanan juga memberi ketekunan. Ketika hati lemah, Roh Kudus menguatkan batin. Ketika langkah terasa berat, firman Tuhan menuntun arah. Tidak tawar hati berarti terus berharap kepada Allah. Harapan itu berakar pada janji perjanjian-Nya. Janji Allah digenapi sempurna di dalam Yesus Kristus. Karena itu, pelayanan bukan beban yang mematikan. Pelayanan adalah panggilan yang memberi makna hidup. Anak-anak Allah dipanggil untuk setia sampai akhir. Kesetiaan itu lahir dari kasih kepada Tuhan. Kasih itu adalah respons atas kasih Kristus lebih dahulu. Maka hidup orang percaya diarahkan kepada kemuliaan Allah. Inilah kerinduan sejati anak-anak Allah yang tidak tawar hati.
Doa Hari Ini :
“Tuhan, kami bersyukur karena Engkau memanggil kami oleh belas kasihan-Mu. Kuatkan hati kami agar tidak tawar hati dalam setiap pelayanan dan pergumulan. Tolong kami hidup setia dengan berharap penuh kepada Kristus sampai akhir. Terima kasih Tuhan, Amin!”