“Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono – karena hal-hal ini tidak pantas – tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.”
Dalam hidup yang telah ditebus oleh Kristus, setiap perkataan dan perbuatan kita harus mencerminkan terang-Nya. Rasul Paulus mengingatkan bahwa tidak pantas bagi orang percaya untuk mengucapkan kata-kata kotor, omong kosong, atau lelucon cabul. Semua itu bukan bagian dari hidup orang yang sudah diselamatkan. Sebaliknya, ucapan syukur harus menjadi ciri khas anak-anak Allah. Sebab dari hati yang penuh syukur, akan keluar kata-kata yang membangun dan memberkati. Kita dipanggil untuk meninggalkan cara hidup yang lama yang penuh dosa dan kebodohan. Orang yang terus hidup dalam kenajisan, keserakahan, dan penyembahan berhala tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Kristus. Ini adalah peringatan yang serius. Hidup yang ditebus tidak bisa bercampur dengan kegelapan. Kita harus berhati-hati terhadap hal-hal yang tampaknya sepele, tapi sesungguhnya mencemari hati. Tuhan ingin kita hidup dalam kekudusan dan kebersihan hati. Kita tidak boleh menyepelekan dosa dalam bentuk apapun. Kata-kata kita mencerminkan isi hati kita. Jika hati kita dikuasai oleh terang Kristus, maka perkataan kita pun akan bercahaya. Kita tidak dipanggil untuk hidup seperti dunia ini. Dunia memuji candaan yang cabul dan ucapan kosong, tapi Kristus memanggil kita untuk berbicara dengan hikmat. Dunia membenarkan gaya hidup serakah, tapi Kristus memanggil kita untuk hidup dalam kasih. Kita harus menjaga mulut kita seperti kita menjaga hati kita. Apa yang keluar dari mulut kita menunjukkan siapa kita sebenarnya. Karena itu, sebagai anak-anak terang, kita harus melatih lidah kita untuk memberkati, bukan melukai. Kita harus berkata benar, jujur, dan sopan. Kita dipanggil untuk menyatakan terang Kristus lewat cara bicara kita. Jangan sampai ucapan kita menjadi batu sandungan bagi orang lain. Ingatlah bahwa setiap kata akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Karena itu, belajarlah untuk lebih banyak bersyukur daripada bersungut-sungut. Belajarlah berkata baik walau dalam situasi sulit. Biarlah hidup kita menjadi saksi tentang kasih Kristus yang mengubahkan. Penebusan kita bukan hanya menyelamatkan kita dari neraka, tapi juga membentuk hidup kita hari demi hari. Mari hidup sebagai anak-anak terang yang memperhatikan apa yang pantas dan tidak pantas di hadapan Tuhan.
Doa Hari Ini :
“Bapa, ajar aku untuk menjaga setiap perkataan dan perbuatanku agar mencerminkan terang-Mu. Bentuklah hatiku agar selalu dipenuhi ucapan syukur, bukan keluhan atau kata-kata sia-sia. Tolong aku untuk hidup dalam kekudusan sebagai bukti nyata dari penebusan Kristus. Terima kasih Bapa, Amin!”