“Ya TUHAN, Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.”
Dalam Mazmur 80:20 pemazmur berseru, “Ya TUHAN, Allah semesta alam, pulihkanlah kami; buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.” Ayat ini menunjukkan bahwa kebutuhan utama umat Tuhan adalah pemulihan dari Allah sendiri. Gereja saat ini memiliki banyak program, tetapi sering kehilangan daya rohani. Kita mempunyai gedung dan kegiatan, tetapi hati bisa menjadi lelah dan dingin. Karena itu yang paling kita butuhkan bukan strategi baru, melainkan hadirat Allah yang memulihkan. Pemazmur tidak meminta kekuatan dari dirinya sendiri. Ia tidak bersandar pada kemampuan bangsa Israel. Ia berseru agar Tuhan memulihkan. Ini menunjukkan bahwa pemulihan selalu dimulai dari anugerah Allah. Ketika Allah memulihkan, Ia mengubah hati yang keras menjadi lembut. Ia menghidupkan kembali kasih yang mula-mula. Ia menyatukan kembali umat yang terpecah. Ia memberi terang di tengah kegelapan zaman. Wajah Tuhan yang bersinar berbicara tentang perkenanan dan kasih-Nya. Tanpa wajah-Nya yang bersinar, gereja hanya berjalan dalam bayang-bayang. Tetapi ketika Tuhan berkenan, keselamatan dinyatakan dengan nyata. Dari sudut pandang kovenan, Allah tetap setia pada janji-Nya. Ia tidak meninggalkan umat yang ditebus-Nya. Di dalam Kristus, pemulihan itu mencapai puncaknya. Salib menunjukkan bahwa Allah mau memulihkan manusia yang berdosa. Kebangkitan Kristus menjamin hidup yang baru bagi gereja. Karena itu gereja harus kembali kepada Tuhan dengan pertobatan. Gereja harus merendahkan diri dan mencari wajah-Nya. Gereja harus bergantung pada firman dan Roh Kudus. Jika Tuhan memulihkan, maka pelayanan akan berbuah. Jika Tuhan memulihkan, maka kesaksian gereja akan menjadi terang. Inilah yang gereja butuhkan saat ini, yaitu Allah yang memulihkan.
Doa Hari Ini :
“Tuhan Allah semesta alam, pulihkanlah gereja-Mu pada zaman ini. Buatlah wajah-Mu bersinar atas kami supaya kami mengalami keselamatan dan pembaruan sejati. Ajarlah kami kembali kepada-Mu dan hidup setia di dalam Kristus. Terima kasih Tuhan, Amin.”