Menurut Pemberian Kasih Karunia

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Menurut Pemberian Kasih Karunia

Bacaan : Efesus 3 : 1 – 12

“Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.”

Dalam Surat kepada Jemaat di Efesus 3:7, Rasul Paulus berkata bahwa ia menjadi pelayan Injil menurut pemberian kasih karunia Allah. Ia sadar bahwa pelayanannya bukan karena kehebatannya, tetapi karena anugerah. Anugerah itu adalah pemberian cuma-cuma dari Allah. Anugerah itu mengalir dari karya penebusan Kristus. Yesus adalah Pengantara Perjanjian Baru yang membuka jalan keselamatan. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Ia menggenapi janji Allah. Ia menjadi jembatan antara Allah yang kudus dan manusia yang berdosa. Semua ini terjadi bukan karena usaha manusia, tetapi karena kasih karunia. Paulus dahulu adalah penganiaya jemaat. Namun Tuhan mengubah hidupnya menjadi pemberita Injil. Perubahan itu adalah bukti kuasa kasih karunia. Demikian juga hidup kita diselamatkan oleh anugerah yang sama. Yesus sebagai Pengantara tidak hanya menyelamatkan, tetapi juga memanggil kita melayani. Pelayanan kita lahir dari hati yang telah ditebus. Kita tidak melayani untuk mendapatkan keselamatan. Kita melayani karena sudah diselamatkan. Perjanjian Baru berdiri di atas darah Kristus. Darah itu menjadi dasar hubungan kita dengan Allah. Karena itu kita hidup dalam keyakinan dan pengharapan. Kasih karunia memberi kita keberanian untuk bersaksi. Kasih karunia juga memberi kita kerendahan hati. Kita tidak memegahkan diri dalam pelayanan. Kita hanya memuliakan Kristus sebagai Pengantara. Setiap hari kita bergantung pada kuasa-Nya. Dan kita bersyukur karena segala sesuatu berasal dari kasih karunia Allah.

Doa Hari Ini :

“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Pengantara Perjanjian Baru yang menyelamatkan kami oleh kasih karunia-Mu. Ajarlah kami melayani dengan rendah hati sebagai orang-orang yang telah ditebus. Tolong kami hidup setiap hari bergantung penuh pada anugerah-Mu. Terima kasih Tuhan, Amin.”