Keyakinan Abraham dan Keyakinan Kita Orang Percaya

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Keyakinan Abraham dan Keyakinan Kita Orang Percaya

Bacaan : Roma 4 : 1 – 25

“18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

Dalam Surat Roma 4:18, Abraham disebut sebagai pribadi yang berharap sekalipun tidak ada dasar untuk berharap. Ia percaya kepada janji Allah ketika tubuhnya sudah tua dan secara manusia mustahil memiliki keturunan. Ia tidak memandang kelemahannya sebagai alasan untuk berhenti percaya. Ia tidak membatasi kuasa Allah dengan logika manusia. Ia memegang janji Tuhan lebih kuat daripada kenyataan yang ia lihat. Inilah iman yang lahir dari relasi perjanjian dengan Allah. Allah telah lebih dahulu berjanji, dan Abraham merespons dengan percaya. Iman Abraham bukan sekadar optimisme, tetapi keyakinan kepada Allah yang setia. Ia percaya bahwa Allah sanggup melakukan apa yang telah dijanjikan. Keyakinan ini berakar pada karakter Allah, bukan pada situasi. Dalam terang Perjanjian Baru, kita melihat bahwa penggenapan janji itu mencapai puncaknya di dalam Yesus Kristus. Yesus menjadi Pengantara Perjanjian Baru yang menjamin semua janji Allah tergenapi. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Ia membuka jalan keselamatan yang kekal. Jika Abraham percaya pada janji tentang keturunan, kita percaya pada penggenapan janji tentang keselamatan. Iman kita bukan berdiri di ruang kosong, tetapi di atas karya Kristus yang sudah selesai. Kita sering menghadapi keadaan yang tampak mustahil. Kita melihat kelemahan diri, kegagalan, dan dosa. Namun seperti Abraham, kita dipanggil untuk berharap di dalam pengharapan. Kita belajar bahwa iman sejati tidak bergantung pada perasaan. Iman bertumpu pada kesetiaan Allah dalam perjanjian-Nya. Yesus sebagai Pengantara memastikan bahwa perjanjian itu tidak akan gagal. Darah-Nya menjadi jaminan yang tidak dapat dibatalkan. Karena itu, orang percaya dapat berjalan dengan keyakinan yang teguh. Kita percaya bukan karena kuat, tetapi karena Kristus setia. Dan seperti Abraham menjadi bapa banyak bangsa oleh iman, kita pun menjadi umat perjanjian oleh iman kepada Kristus.

Doa Hari Ini :

“Tuhan, ajar kami memiliki iman seperti Abraham yang tetap percaya pada janji-Mu. Teguhkan hati kami untuk bersandar pada Yesus sebagai Pengantara Perjanjian Baru. Mampukan kami hidup dalam keyakinan bahwa Engkau selalu setia menggenapi firman-Mu. Terima kasih Tuhan, Amin!”