“Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Nuh: ”Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini”
Dalam Kejadian 7:1 kita melihat Tuhan memanggil Nuh untuk masuk ke dalam bahtera bersama seluruh keluarganya. Tuhan melihat kebenaran Nuh di tengah dunia yang penuh kejahatan. Ini menunjukkan bahwa anugerah Tuhan selalu hadir di tengah penghakiman. Bahtera menjadi tempat perlindungan yang Tuhan sediakan. Air bah adalah tanda hukuman atas dosa manusia. Namun di balik hukuman itu, ada rencana keselamatan. Nuh tidak menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi ia taat kepada firman Tuhan. Ketaatan itu membawa dia masuk ke dalam keselamatan. Bahtera itu melambangkan Kristus sebagai tempat perlindungan kita. Di luar bahtera ada kebinasaan, tetapi di dalamnya ada kehidupan. Ini adalah gambaran Injil sejak kitab Kejadian. Tuhan mengundang manusia untuk masuk ke dalam keselamatan-Nya. Masuk ke dalam bahtera berarti percaya dan bersandar kepada Tuhan. Keselamatan bukan usaha manusia, tetapi anugerah Tuhan. Nuh masuk karena ia dipanggil oleh Tuhan. Demikian juga kita diselamatkan karena panggilan Tuhan. Air bah tidak dapat menyentuh mereka yang ada di dalam bahtera. Begitu juga hukuman dosa tidak menyentuh mereka yang ada di dalam Kristus. Tuhan menutup pintu bahtera itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa keselamatan dijaga oleh Tuhan, bukan oleh manusia. Kita dipanggil untuk meresponi dengan iman dan ketaatan. Dunia mungkin penuh dengan dosa seperti zaman Nuh. Tetapi Tuhan tetap menyediakan jalan keselamatan. Hari ini, undangan itu masih berlaku. Masuklah ke dalam “bahtera” yaitu Kristus, dan hiduplah di dalam anugerah-Nya.
Doa Hari Ini :
“Tuhan, terima kasih karena Engkau menyediakan keselamatan bagi kami di dalam Kristus. Ajarlah kami untuk taat dan percaya sepenuhnya kepada panggilan-Mu. Tolong kami untuk tetap tinggal di dalam anugerah-Mu setiap hari. Terima kasih Tuhan, Amin!”