“Berfirmanlah Allah kepada Nuh: ”Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi”
Allah melihat kejahatan manusia sudah sangat besar di bumi. Hati manusia penuh dengan dosa dan kekerasan setiap hari. Karena itu Allah memutuskan untuk menghakimi dunia dengan air bah. Namun di tengah hukuman itu, Allah memilih Nuh sebagai orang benar. Nuh mendapat kasih karunia di hadapan Allah. Allah berbicara langsung kepada Nuh dan memberinya perintah yang jelas. Allah menyuruh Nuh membuat bahtera sebagai jalan keselamatan. Ini menunjukkan bahwa keselamatan selalu berasal dari inisiatif Allah. Nuh tidak mencari Allah, tetapi Allah yang memanggil Nuh. Allah juga menetapkan perjanjian dengan Nuh. Perjanjian ini adalah janji keselamatan di tengah penghakiman. Allah berjanji akan menyelamatkan Nuh dan keluarganya. Ini adalah gambaran awal dari Injil dalam Perjanjian Lama. Di tengah murka Allah, ada kasih karunia yang dinyatakan. Bahtera menjadi simbol keselamatan yang Allah sediakan. Seperti bahtera, Kristus adalah tempat perlindungan dari hukuman dosa. Setiap orang yang masuk ke dalam Kristus akan diselamatkan. Air bah menunjukkan keadilan Allah atas dosa manusia. Namun perjanjian menunjukkan kesetiaan Allah kepada umat-Nya. nAllah tidak hanya menghukum, tetapi juga menyelamatkan. Janji Allah tidak pernah gagal. Apa yang Allah firmankan pasti digenapi.Nuh percaya dan taat kepada firman Allah. Ketaatan Nuh menjadi bukti imannya. Kita juga dipanggil untuk percaya dan hidup dalam perjanjian Allah di dalam Kristus.
Doa Hari Ini :
“Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang adil sekaligus penuh kasih. Ajarlah kami untuk percaya dan taat seperti Nuh kepada firman-Mu. Tolong kami hidup di dalam keselamatan yang Engkau sediakan di dalam Kristus. Terima kasih Tuhan, Amin!”