“Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.”
Ibrani 7:2 menyebut Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya kepada Melkisedek setelah ia menang dalam peperangan. Kemenangan Abraham bukan hanya berbicara tentang kekuatan manusia, tetapi tentang pertolongan Allah yang menyertainya. Abraham pergi berperang untuk menyelamatkan Lot dan keluarganya yang ditawan. Dalam peperangan itu, Allah memberikan kemenangan kepada Abraham. Setelah menang, Abraham tidak menjadikan dirinya sebagai pusat kemuliaan. Ia memberikan persepuluhan kepada Melkisedek sebagai tanda penghormatan kepada Allah Yang Mahatinggi. Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi. Ia memberkati Abraham sebagai orang yang menerima janji Allah. Melalui peristiwa ini, kita belajar bahwa kemenangan adalah anugerah Allah. Apa yang kita miliki juga sebenarnya berasal dari Tuhan. Karena itu, persepuluhan bukan sekadar kewajiban memberi sebagian harta kita. Persepuluhan menjadi tanda bahwa kita mengakui Tuhan sebagai pemilik hidup dan segala sesuatu yang kita miliki. Abraham tidak memberi karena takut kehilangan hartanya. Abraham memberi karena ia menyadari bahwa Allah telah memberikan kemenangan kepadanya. Hati yang mengalami anugerah akan belajar menjadi hati yang bersyukur. Kemenangan yang diberikan Allah seharusnya membawa kita semakin dekat kepada-Nya. Dalam perspektif kovenan, kemenangan Abraham juga berkaitan dengan janji Allah untuk memberkati dan menjadikan keturunannya sebagai berkat bagi bangsa-bangsa. Janji itu akhirnya digenapi dengan sempurna melalui Yesus Kristus, keturunan Abraham yang sejati. Kristus datang untuk memberikan kemenangan yang jauh lebih besar daripada kemenangan dalam peperangan. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Kristus mengalahkan dosa dan maut. Karena itu, kemenangan terbesar orang percaya bukanlah kemenangan atas masalah dunia, tetapi kemenangan yang kita terima di dalam Kristus. Ketika kita menyadari kemenangan Kristus, kita tidak lagi hidup hanya untuk mengejar harta dan keberhasilan. Kita belajar menggunakan apa yang Tuhan percayakan untuk memuliakan nama-Nya. Kita juga belajar memberi dengan hati yang bersyukur dan percaya kepada pemeliharaan Tuhan. Kiranya setiap kemenangan dalam hidup membuat kita semakin rendah hati, semakin bersyukur, dan semakin setia kepada Allah. Sebab pada akhirnya, semua kemenangan dan segala yang kita miliki berasal dari Tuhan dan harus kembali digunakan untuk kemuliaan-Nya.
Doa Hari Ini :
“Tuhan, ajar kami menyadari bahwa setiap kemenangan dan segala sesuatu yang kami miliki berasal dari anugerah-Mu. Tolong kami memiliki hati seperti Abraham yang bersyukur, menghormati-Mu, dan rela memberikan apa yang Engkau percayakan kepada kami.
Biarlah kemenangan Kristus atas dosa dan maut menjadi dasar hidup kami untuk terus percaya, memberi, dan memuliakan nama-Mu. Amin.”