Ketidakpercayaan yang Merugikan

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Ketidakpercayaan yang Merugikan

Bacaan : Matius 13 : 53 – 58

“58 Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.”

Matius 13:58 berkata bahwa Yesus tidak melakukan banyak mujizat di Nazaret karena ketidakpercayaan mereka. Ayat ini menunjukkan bahwa ketidakpercayaan dapat membuat seseorang tidak mengalami karya Tuhan sebagaimana yang seharusnya. Penduduk Nazaret mengenal Yesus secara manusiawi karena mereka melihat-Nya bertumbuh di tengah-tengah mereka. Namun, mereka gagal melihat siapa Yesus sebenarnya sebagai Anak Allah dan Mesias yang dijanjikan. Mereka melihat latar belakang Yesus, tetapi tidak melihat karya keselamatan yang sedang dinyatakan melalui-Nya. Masalah mereka bukan karena kuasa Yesus berkurang. Masalahnya adalah hati mereka menolak percaya kepada-Nya. Ketidakpercayaan membuat hati tertutup terhadap pekerjaan Tuhan. Hal ini menjadi peringatan bagi kita bahwa kedekatan dengan hal-hal rohani tidak selalu berarti memiliki iman yang benar. Kita dapat sering mendengar firman Tuhan tetapi tetap memiliki hati yang tidak percaya. Kita juga dapat mengenal banyak hal tentang Yesus tetapi tidak sungguh-sungguh menyerahkan hidup kepada-Nya. Dalam perspektif kovenan, Tuhan adalah Allah yang setia kepada umat-Nya dan selalu bekerja untuk menggenapi janji-Nya. Keselamatan bukan berasal dari kekuatan iman manusia, tetapi dari kasih karunia Allah yang dinyatakan dalam Kristus. Karena itu, iman yang benar adalah respons kepada karya Allah yang terlebih dahulu datang kepada kita. Kristus datang untuk menggenapi janji keselamatan yang telah dinyatakan sejak Perjanjian Lama. Di dalam Kristus, kita menerima pengampunan, hidup baru, dan hubungan yang benar dengan Allah. Karena itu, menjalani hidup yang disertai Tuhan berarti hidup dengan percaya kepada Kristus setiap hari. Ketika menghadapi masalah, kita tidak boleh membiarkan ketakutan menggantikan iman. Ketika doa belum mendapat jawaban seperti yang kita harapkan, kita tetap percaya bahwa Tuhan setia. Ketika keadaan sulit, kita tetap berpegang kepada firman dan janji Tuhan. Ketidakpercayaan sering membuat kita hanya melihat keadaan dan melupakan siapa Tuhan yang menyertai kita. Sebaliknya, iman menolong kita melihat hidup dari sudut pandang karya dan janji Allah. Kita tidak percaya karena semua keadaan sudah baik, tetapi karena Kristus tetap setia di tengah keadaan apa pun. Penyertaan Tuhan tidak berarti hidup tanpa masalah, tetapi berarti kita tidak pernah berjalan sendirian. Karena itu, jangan biarkan pengalaman masa lalu, keterbatasan manusia, atau keadaan yang sulit membuat kita meragukan Tuhan. Marilah kita datang kepada Kristus dengan hati yang percaya dan terus menjalani hidup dalam penyertaan-Nya.

Doa Hari Ini :

“Tuhan Yesus, ampuni kami ketika hati kami dipenuhi ketidakpercayaan dan kami lebih melihat keadaan daripada melihat kesetiaan-Mu. Tolong kami untuk percaya kepada-Mu, berpegang pada firman-Mu, dan menjalani setiap hari dengan menyadari bahwa Engkau selalu menyertai kami. Biarlah iman kami semakin teguh kepada Kristus sehingga hidup kami menjadi kesaksian tentang kasih karunia dan kesetiaan-Mu. Amin!”