“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.”
Hidup ini penuh dengan ketidakpastian, tetapi janji Tuhan memberi kita kepastian. Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Filipi dengan penuh keyakinan bahwa Allah yang telah memulai pekerjaan baik dalam diri mereka akan meneruskannya sampai pada akhirnya. Ini adalah janji Allah dalam perjanjian anugerah-Nya. Allah tidak pernah berhenti di tengah jalan. Ketika Dia mulai bekerja dalam hidup kita, itu berarti Dia punya rencana yang besar. Sering kali kita merasa gagal, lemah, dan tidak layak. Tapi sukacita sejati bukan berasal dari keberhasilan kita, melainkan dari kesetiaan Tuhan. Sukacita kita bertumpu pada siapa Allah itu, bukan pada keadaan kita. Dia adalah Allah yang setia menepati janji-Nya. Dalam Kristus, kita sudah diselamatkan dan sedang dikuduskan. Itulah sebabnya kita bisa bersukacita dalam segala situasi. Sukacita bukan perasaan sesaat, tapi buah dari iman yang teguh. Kita bersukacita karena kita tahu Tuhan tidak menyerah atas kita. Perjalanan iman kita adalah bagian dari rencana penebusan Allah yang kekal. Melalui Kristus, Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Bahkan dalam penderitaan, kita bisa bersukacita karena Allah sedang membentuk kita. Dia sedang menyempurnakan iman kita hari demi hari. Kita bukan hanya diselamatkan, tapi juga dipelihara oleh kasih karunia. Itu sebabnya Paulus bisa bersukacita walau ia berada di penjara. Sukacita Paulus tidak tergantung pada kebebasan jasmani, tapi pada kepastian rohani. Ketika kita mengingat karya Kristus di salib, kita dikuatkan untuk melangkah. Karya itu sempurna di dalam hidup kita. Inilah yang memberi kita pengharapan yang hidup. Allah tidak hanya memulai, tapi Dia juga menyelesaikan. Jadi, jangan menyerah—bersukacitalah karena Allah masih bekerja. Biarlah sukacita kita bersumber dari janji Allah yang kekal dalam Kristus.
Doa Hari Ini :
“Bapa, terima kasih atas pekerjaan baik yang telah Engkau mulai di dalam Yesus. Aku percaya Engkau akan menyempurnakannya melalui kehadiran Roh Kudus yang menyertaiku. Terima kasih Bapa, Amin!”