“TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!”
Tuhan akan menyelesaikan apa yang menjadi rencana-Nya atas hidup kita. Ini adalah janji yang memberi pengharapan di tengah ketidakpastian. Banyak orang merasa hidupnya tidak berarti karena mereka tidak tahu tujuan hidupnya. Namun, Mazmur 138:8 mengingatkan kita bahwa Tuhan punya rencana bagi setiap kita. Bahkan saat kita gagal atau jatuh, Tuhan tidak menyerah atas kita. Dia tetap bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan. Sukacita yang sejati lahir dari keyakinan bahwa hidup kita ada dalam tangan Tuhan. Dunia bisa menawarkan kebahagiaan sesaat, tapi hanya Tuhan yang memberi sukacita yang kekal. Sukacita bukan karena keadaan baik, tapi karena Tuhan yang setia. Ketika kita sadar bahwa Tuhan sedang menyelesaikan karya-Nya atas kita, hati kita jadi tenang. Kita tidak perlu membandingkan hidup kita dengan orang lain. Tuhan punya waktu dan cara-Nya sendiri bagi setiap pribadi. Hidup penuh sukacita bukan hidup tanpa masalah, tetapi hidup yang percaya kepada pemeliharaan Allah. Sukacita datang ketika kita melihat tangan Tuhan bekerja dalam hidup kita sehari-hari. Dalam setiap musim hidup, Tuhan menyertai kita. Dia tidak pernah meninggalkan pekerjaan tangan-Nya. Bahkan ketika kita merasa lemah, kasih setia Tuhan menopang kita. Kita bisa bersukacita karena kita tidak berjalan sendiri. Kita punya Allah yang mengasihi dan memelihara kita. Mazmur ini mengajak kita untuk percaya bahwa Tuhan belum selesai dengan kita. Selama kita masih hidup, Tuhan masih bekerja dalam hidup kita. Itulah sumber sukacita kita yang sejati. Jangan biarkan kegagalan atau masa lalu mencuri sukacitamu. Lihatlah ke depan dengan iman, karena Tuhan sedang menyelesaikan sesuatu yang indah. Mari jalani hidup ini dengan penuh ucapan syukur. Sebab Tuhan yang memulai, Ia juga yang akan menyelesaikan. Inilah hidup penuh sukacita: berjalan bersama Tuhan setiap hari.
Doa Hari Ini :
“Bapa, aku percaya Engkau yang telah memulai pekerjaan baik, Engkau yang akan menyelesaikan pekerjaan tersebut agar kemuliaanMu nampak dalam hidupku. Terima kasih Bapa, Amin!”