“yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.”
Efesus 4:22-24 mengajak kita untuk meninggalkan manusia lama kita, yaitu hidup kita yang dulu dikuasai oleh dosa dan keinginan yang menyesatkan. Dosa telah merusak gambar Allah dalam diri manusia sejak kejatuhan Adam. Namun Allah tidak tinggal diam. Dalam kasih karunia-Nya, Ia mengutus Yesus Kristus, Anak-Nya, sebagai Penebus kita. Di dalam Kristus, Allah memulai ciptaan baru. Manusia lama harus disalibkan bersama Kristus. Kita tidak hanya percaya kepada-Nya, tapi juga dipersatukan dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Melalui karya salib, kita dilepaskan dari kuasa dosa. Kita tidak lagi hidup menurut daging, tapi dipanggil untuk hidup menurut Roh. Itulah panggilan hidup baru dalam Kristus. Mengenakan manusia baru berarti menerima identitas baru dari Allah. Identitas ini dibentuk dalam kebenaran dan kekudusan. Kita tidak bisa berubah dengan kekuatan sendiri. Pembaruan akal budi adalah karya Roh Kudus dalam hati orang percaya. Ia menanamkan kebenaran Injil ke dalam pikiran kita. Kristus menjadi pusat dari hidup yang diperbarui. Di luar Kristus, tidak ada perubahan sejati. Karena itu, Injil bukan hanya kabar pengampunan, tapi juga kabar pembaruan. Kita dipanggil untuk hidup sesuai rancangan Allah yang semula. Di dalam Kristus, gambar Allah sedang dipulihkan. Setiap hari, kita diajar untuk mengenakan Kristus seperti mengenakan pakaian baru. Ini adalah proses seumur hidup yang disebut pengudusan. Proses ini terjadi dalam persekutuan dengan Firman dan Roh. Dalam kasih karunia-Nya, Tuhan sabar membentuk kita. Hidup baru ini adalah bukti bahwa kita milik Kristus. Mari kita tanggalkan manusia lama dan kenakan Kristus setiap hari. Dialah kebenaran, kekudusan, dan hidup kita yang sejati.
Doa Hari Ini :
“Bapa, aku percaya bahwa aku adalah manusia baru di dalam Yesus. Penebusan Yesus Kristus menjadikanku manusia baru yang berdampak pada perilakuku. Terima kasih Bapa, Amin!”