Allah yang Berfirman

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Allah yang Berfirman

Bacaan : Kejadian 15 : 7

“Lagi firman Tuhan kepadanya: ”Akulah Tuhan, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu.”

Kejadian 15:7 berkata, “Akulah TUHAN, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu.” Ayat ini menunjukkan bahwa Allah adalah Allah yang berfirman dan bertindak sesuai dengan firman-Nya. Allah mengingatkan Abram bahwa perjalanan hidupnya dimulai karena panggilan dan tindakan Allah. Abram tidak keluar dari Ur-Kasdim karena kekuatannya sendiri, tetapi karena Allah yang memanggil dan membawanya keluar. Ini menunjukkan bahwa kehidupan umat Allah selalu dimulai dari inisiatif kasih karunia Allah. Allah bukan hanya memanggil Abram, tetapi juga memberikan janji tentang negeri yang akan menjadi miliknya. Janji itu diberikan sebelum Abram melihat penggenapannya secara penuh. Karena itu, Abram dipanggil untuk hidup berdasarkan firman Allah dan bukan berdasarkan keadaan yang sedang dilihatnya. Firman Allah menjadi dasar bagi iman Abram ketika masa depan belum terlihat jelas. Allah yang berfirman juga adalah Allah yang setia kepada perjanjian-Nya. Janji tentang negeri itu merupakan bagian dari rencana Allah untuk memberkati keturunan Abram dan melalui mereka membawa berkat bagi bangsa-bangsa. Namun, rencana Allah tersebut tidak berhenti pada tanah Kanaan saja. Seluruh janji Allah kepada Abraham bergerak menuju karya penebusan yang digenapi dalam Kristus. Di dalam Kristus, kita melihat bahwa Allah tetap setia kepada seluruh janji keselamatan-Nya. Kristus datang sebagai penggenapan puncak dari rencana penebusan yang telah Allah nyatakan sejak zaman para leluhur. Karena itu, Kejadian 15:7 mengajarkan bahwa Allah yang berfirman kepada Abram adalah Allah yang sama yang menyatakan keselamatan melalui Kristus. Kita dapat mempercayai firman Allah sekalipun kita belum melihat seluruh hasil dari janji-Nya. Iman berarti percaya kepada Allah karena siapa Dia, bukan hanya karena apa yang sedang kita lihat. Ketika keadaan berubah, firman Allah tetap menjadi dasar yang kokoh bagi kehidupan kita. Ketika jawaban belum datang, kita tetap dapat berpegang pada janji-Nya. Ketika perjalanan terasa panjang, kita dapat mengingat bahwa Allah sendiri yang membawa umat-Nya berjalan menuju tujuan-Nya. Karena itu, kita tidak perlu hidup dalam ketakutan terhadap masa depan. Kita dipanggil untuk hidup dalam iman kepada Allah yang berfirman, berjanji, dan menggenapi karya-Nya. Pada akhirnya, Injil menyatakan bahwa keselamatan kita tidak bergantung pada kekuatan manusia, tetapi pada kesetiaan Allah yang telah digenapi dalam Kristus. Maka hari ini marilah kita percaya kepada Allah yang berfirman, memegang janji-Nya, dan berjalan dengan iman sampai seluruh rencana-Nya digenapi.

Doa Hari Ini :

“Tuhan, ajar kami untuk percaya kepada firman-Mu dan tetap memegang janji-Mu ketika kami belum melihat penggenapannya. Terima kasih karena Engkau adalah Allah yang setia dan seluruh rencana keselamatan-Mu telah digenapi di dalam Kristus. Tolong kami berjalan dengan iman, tidak takut terhadap masa depan, dan selalu bersandar kepada-Mu. Amin.”