“Itulah sebabnya dikatakan: ”Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”
Hidup manusia sering tersembunyi dalam kegelapan dosa tanpa disadari. Rasul Paulus mengingatkan bahwa perbuatan-perbuatan gelap itu memalukan jika disebutkan saja. Kegelapan adalah simbol kehidupan yang jauh dari Allah. Dalam dosa, manusia tertidur secara rohani. Tapi kasih karunia Allah tidak membiarkan manusia terus tertidur. Melalui penebusan Kristus, terang datang untuk membangunkan kita. Terang itu bukan sekadar cahaya, melainkan kehadiran Kristus sendiri. Kristus adalah terang dunia yang membebaskan dari kegelapan dosa. Ketika terang Kristus menyinari, segala yang tersembunyi akan terlihat. Maka kita dipanggil untuk sadar dan bertobat. Kita tidak bisa hidup dalam terang tanpa bangun dari tidur dosa. Efesus berkata, “Bangunlah, hai kamu yang tidur!” Artinya, kita harus menanggapi panggilan Allah dengan kesadaran penuh. Keselamatan tidak hanya membebaskan, tapi juga membangkitkan. Kebangkitan rohani terjadi ketika kita meninggalkan kehidupan lama. Dalam terang Kristus, hidup kita diubahkan. Kita mulai hidup benar, jujur, dan kudus. Terang Kristus juga menuntun kita dalam keputusan sehari-hari. Kita jadi tahu mana yang baik dan mana yang jahat. Hidup dalam terang membuat hati kita peka terhadap kehendak Allah. Kita tidak lagi hidup sembarangan. Hidup kita menjadi kesaksian bagi orang lain. Penebusan membawa perubahan nyata dalam cara hidup kita. Maka, kita harus terus berjalan dalam terang itu. Jangan kembali ke kegelapan yang lama. Sebab terang Kristus memberi arah, pengharapan, dan kekuatan. Bangkitlah, karena Kristus telah membangkitkan kita dari kematian rohani. Dan karena itu, marilah kita hidup dalam terang-Nya setiap hari.
Doa Hari Ini :
“Bapa, tolong bangunkan hatiku yang tertidur oleh dosa. Penuhi aku dengan terang-Mu agar hidupku menjadi kudus dan berkenan kepada-Mu. Jadikan aku pribadi yang bangkit dan berjalan setia dalam terang kasih-Mu setiap hari. Terima kasih Bapa, Amin!”