“Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!”
Rasul Paulus menasihati jemaat di Korintus agar mereka tidak terus berpikir seperti anak-anak. Dalam hal kejahatan, kita boleh polos seperti anak-anak, tetapi dalam hal berpikir, kita harus menjadi dewasa. Menjadi dewasa di dalam Kristus berarti tidak mudah tersinggung, tidak cepat marah, dan tidak egois. Orang yang dewasa rohani tahu kapan harus diam dan kapan harus berbicara dengan kasih. Kedewasaan rohani bukan soal usia, tapi soal pertumbuhan dalam firman Tuhan dan ketaatan kepada-Nya. Orang yang dewasa tidak mencari pujian manusia, tetapi mencari perkenanan Tuhan. Ia tidak hidup menurut emosi, tetapi menurut pimpinan Roh Kudus. Ia mampu membedakan mana yang baik dan jahat menurut standar firman Allah. Menjadi dewasa berarti tidak mudah terbawa arus dunia, tetapi berdiri teguh dalam iman. Seorang yang matang dalam Kristus mau belajar dari teguran, bukan membela diri. Ia tahu bahwa kasih adalah tanda kedewasaan yang sejati. Ia tidak membanggakan diri, tetapi merendahkan hati seperti Yesus. Kedewasaan rohani tercermin dalam cara kita berbicara, bersikap, dan mengambil keputusan. Orang yang dewasa mampu mengampuni dan tidak menyimpan dendam. Ia terus bertumbuh setiap hari karena ia haus akan kebenaran. Kedewasaan juga terlihat saat kita lebih memilih berkorban demi orang lain daripada memaksakan kehendak sendiri. Paulus mengajak kita untuk tidak terjebak dalam kekanak-kanakan rohani. Kita tidak bisa terus-menerus minta dilayani, tapi harus mulai melayani. Orang dewasa tidak hanya tahu firman, tetapi melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia tidak mudah goyah ketika diuji, karena akarnya tertanam dalam Kristus. Menjadi dewasa juga berarti kita belajar untuk sabar dalam penderitaan. Kita tidak menuntut Tuhan, tetapi berserah dan percaya kepada-Nya. Tuhan ingin setiap kita bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus. Jangan puas hanya menjadi “bayi rohani”, mari bertumbuh menjadi kuat dan bijaksana di dalam Tuhan. Kedewasaan tidak instan, tapi hasil dari proses bersama Tuhan setiap hari. Biarlah hidup kita mencerminkan kematangan rohani yang memuliakan Kristus.
Doa Hari Ini:
“Bapa, tolonglah aku untuk bertumbuh menjadi pribadi yang dewasa dan bijaksana dalam Engkau. Bentuklah hatiku agar serupa dengan hati-Mu, penuh kasih, rendah hati, dan sabar. Ajarilah aku hidup dalam kebenaran dan tidak tinggal dalam kekanak-kanakan rohani. Terima kasih Bapa, Amin!”