“Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;”
Allah adalah sumber segala sesuatu yang kita miliki. Dalam 2 Korintus 9:10 Paulus berkata bahwa Allah memberi benih kepada penabur dan roti untuk dimakan. Ayat ini mengajarkan bahwa mamon bukan hanya untuk dinikmati. Mamon juga adalah benih yang Tuhan percayakan. Benih diberikan supaya ditaburkan. Roti diberikan supaya dimakan dan memberi kekuatan. Tuhan membedakan fungsi mamon dalam hidup kita. Ada bagian yang Tuhan izinkan kita nikmati. Ada bagian yang Tuhan minta kita lepaskan. Jika semua mamon hanya kita simpan, benih itu mati. Jika semua mamon hanya kita tabur, kita bisa kelelahan. Karena itu Tuhan mengajar keseimbangan yang benar. Orang percaya dipanggil menjadi penatalayan yang setia. Penatalayan memahami tujuan pemberian Tuhan. Kita menabur bukan karena takut kekurangan. Kita menabur karena percaya pada pemeliharaan Allah. Setiap taburan iman akan menghasilkan kebenaran. Tuhan yang sama juga mencukupkan kebutuhan harian kita. Mamon tidak lagi menguasai hati orang percaya. Mamon tunduk pada rencana penebusan Allah. Melalui mamon, kasih Tuhan dinyatakan kepada sesama. Melalui mamon, Injil dinyatakan dalam tindakan nyata. Hidup kita diarahkan pada kemuliaan Tuhan. Kita belajar memberi dengan sukacita dan iman. Inilah hidup yang bertumbuh dalam anugerah penebusan.
Doa Hari Ini :
“Tuhan, ajar kami memahami mamon sesuai dengan kehendak-Mu. Beri kami hati yang bijaksana untuk menabur dan hati yang bersyukur untuk menikmati pemberian-Mu. Pakailah hidup kami untuk menyatakan kasih dan kemuliaan-Mu. Terima kasih Tuhan. Amin.”