“Kata Kain kepada Habel, adiknya: ”Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia”
Kejadian 4:8-10 menceritakan tentang darah Habel yang berteriak dari tanah. Habel dibunuh oleh Kain karena iri hati dan dosa yang tidak dikendalikan. Darah yang tertumpah itu tidak diam di hadapan Tuhan. Tuhan mendengar suara darah itu. Ini menunjukkan bahwa Allah adalah Allah yang adil. Tidak ada dosa yang tersembunyi di hadapan-Nya. Darah Habel menjadi saksi atas kejahatan manusia. Darah itu berbicara tentang ketidakadilan dan kekerasan. Sejak awal sejarah manusia, dosa membawa maut. Iri hati berubah menjadi kebencian. Kebencian berubah menjadi pembunuhan. Tanah yang seharusnya diberkati menjadi saksi kutuk. Namun kisah ini tidak berhenti pada teriakan penghakiman. Alkitab kemudian berbicara tentang darah yang lain. Dalam Perjanjian Baru, darah Yesus berbicara lebih kuat daripada darah Habel. Darah Habel menuntut keadilan. Darah Yesus membawa pengampunan. Darah Habel berseru karena manusia berdosa. Darah Yesus tercurah untuk menyelamatkan manusia berdosa. Di dalam darah Kristus kita melihat kasih Allah yang besar. Allah tidak membiarkan dosa tanpa hukuman, tetapi Ia sendiri menyediakan korban. Salib menjadi tempat keadilan dan kasih bertemu. Darah yang berteriak berubah menjadi darah yang menyelamatkan. Dari tanah yang terkutuk lahirlah pengharapan penebusan. Karena itu kita dipanggil untuk meninggalkan iri hati dan hidup dalam pertobatan.
Doa Hari Ini:
“Tuhan yang adil dan penuh kasih, kami bersyukur karena darah Yesus telah menyelamatkan kami dari hukuman dosa. Ampuni setiap iri hati dan kejahatan yang masih ada di hati kami. Tolong kami hidup dalam pertobatan dan mencerminkan kasih-Mu setiap hari. Terima kasih Tuhan, Amin!”