“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”
Segala sesuatu dalam hidup ini berasal dari Allah, termasuk kesempatan kita melayani. Pelayanan bukan dimulai dari keinginan kita, tetapi dari hati Allah yang penuh kasih. Ia yang memanggil kita, memberi kita talenta, dan membuka jalan untuk kita melayani. Tanpa Dia, pelayanan kita hanyalah kegiatan kosong. Allah bukan hanya sumber pelayanan, tetapi juga kekuatan yang membuat kita sanggup melakukannya. Ketika kita merasa lemah, Dia menguatkan. Ketika kita merasa tidak layak, Dia menyucikan. Pelayanan yang sejati selalu mengalir dari hubungan pribadi dengan Dia. Hubungan itu memberi arah dan tujuan. Semua keberhasilan pelayanan adalah karya-Nya, bukan hasil kekuatan manusia. Karena itu, kita tidak boleh mencari kemuliaan bagi diri sendiri. Segala kemuliaan harus kembali kepada-Nya. Pelayanan yang benar menghidupkan orang lain karena dipenuhi kasih Allah. Kasih itu memulihkan hati yang hancur. Kasih itu membangkitkan iman yang pudar. Kasih itu mengubah hidup orang yang terikat dosa. Kita dipakai-Nya untuk menjadi saluran kasih tersebut. Kita hanya alat, Dia adalah penggeraknya. Ketika kita melayani oleh kekuatan-Nya, hidup kita juga ikut diubahkan. Kita belajar sabar, rendah hati, dan setia. Semakin kita melayani, semakin kita sadar bahwa kita butuh Dia setiap saat. Tanpa Dia, kita tidak bisa menghidupkan atau mengubah siapapun. Dari Dia kita mendapat panggilan. Oleh Dia kita dimampukan. Kepada Dia segala kemuliaan dikembalikan. Inilah rahasia pelayanan yang menghidupkan dan mengubah: segalanya dimulai, berjalan, dan berakhir di dalam Dia.
Doa Hari Ini:
“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkaulah sumber, kekuatan, dan tujuan dari setiap pelayanan kami. Tolong kami melayani dengan hati yang murni, penuh kasih, dan hanya untuk kemuliaan-Mu. Jadikan pelayanan kami saluran hidup dan perubahan bagi banyak orang. Terima kasih Tuhan, Amin!”