Dikuduskan dan Dikasihi Allah

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Dikuduskan dan Dikasihi Allah

Bacaan : Kolose 3 : 5 – 17

“Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.”

Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk hidup berbeda dari dunia ini karena kita telah diselamatkan oleh kasih karunia Allah. Keselamatan bukan hanya status, tetapi panggilan untuk hidup baru yang mencerminkan karakter Kristus. Kolose 3:5 mengingatkan kita untuk mematikan segala bentuk dosa, karena dosa tidak lagi layak bagi orang yang telah ditebus. Hidup lama kita penuh hawa nafsu, keserakahan, dan penyembahan berhala, namun sekarang kita telah diubahkan. Kita tidak lagi dikendalikan oleh keinginan daging, sebab Roh Kudus telah memateraikan hidup kita. Kita tidak bisa hidup bebas sesuka hati karena hidup kita adalah milik Kristus. Mematikan dosa berarti aktif menolak segala sesuatu yang menajiskan hati dan tubuh. Ini bukan usaha sekali jadi, tapi perjuangan harian yang ditopang oleh kasih dan kuasa Allah. Ayat 12 menegaskan bahwa kita adalah orang-orang pilihan Allah, yang dikuduskan dan dikasihi. Identitas ini memberi kita dasar yang kuat untuk hidup dalam kebenaran. Kita dipanggil untuk mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran. Hidup seperti ini bukanlah beban, tapi respons kasih kepada Allah yang telah terlebih dahulu mengasihi kita. Allah tidak hanya menyelamatkan kita dari murka, tetapi juga membentuk kita menjadi serupa dengan Anak-Nya. Ketika kita memilih mengampuni, mengasihi, dan rendah hati, kita sedang mencerminkan kasih Allah di dunia. Dunia perlu melihat kehidupan yang telah diubah oleh Injil. Jangan menukar kekudusan dengan kenyamanan dunia. Kita dikuduskan bukan karena layak, tapi karena Allah setia pada perjanjian-Nya. Hidup kita sekarang adalah kesempatan untuk memuliakan Allah setiap hari. Kita tidak hidup dalam kekuatan sendiri, sebab kasih Allah menopang kita. Kelemahan kita adalah tempat di mana kasih karunia Allah bekerja paling nyata. Kita bisa sabar karena Allah terlebih dahulu sabar terhadap kita. Kita bisa mengampuni karena kita sendiri telah diampuni. Kita bisa mengasihi karena kita telah lebih dahulu dikasihi. Semua ini adalah buah dari hidup yang telah disentuh dan diubah oleh kasih Allah. Oleh sebab itu, mari kita terus belajar hidup selaras dengan identitas kita sebagai umat yang ditebus. Jangan kembali kepada cara hidup lama yang telah mati bersama Kristus di kayu salib. Kita bukan lagi budak dosa, tapi anak-anak terang yang dipanggil untuk hidup kudus. Setiap hari adalah kesempatan untuk hidup dalam kekudusan dan kasih yang memuliakan Allah.

Doa Hari Ini:

“Bapa, tolong aku untuk hidup sesuai dengan identitasku sebagai orang yang telah Engkau selamatkan dan kuduskan. Bentuklah hatiku agar penuh belas kasihan, kerendahan hati, dan kasih seperti Kristus. Terima kasih Bapa, Amin!”

×

 

Hallo !

Hubungi staf pastori GBI Keluarga Kudus

×