Hidup Tidak Egois

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Hidup Tidak Egois

Bacaan : 2 Korintus 5 : 11 – 21

“Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.”

Yesus mati bukan hanya untuk menghapus dosa kita, tetapi agar kita tidak lagi hidup untuk diri sendiri. Ketika kita menerima keselamatan, hidup kita berubah arah dan tujuan. Kita tidak lagi menjadi pusat, melainkan Kristuslah pusat hidup kita. Hidup yang lama adalah hidup yang mementingkan kehendak sendiri, tetapi hidup yang baru dipimpin oleh kasih Kristus. Diselamatkan bukan berarti bebas berbuat apa saja, melainkan bebas untuk taat kepada Tuhan. Kasih-Nya yang besar menggerakkan kita untuk hidup dalam pengabdian. Kita tidak lagi mengejar keinginan pribadi, melainkan kehendak Allah. Kita belajar mengasihi sesama seperti Kristus telah lebih dahulu mengasihi kita. Egoisme harus digantikan dengan kerelaan untuk melayani. Hidup sebagai orang yang diselamatkan berarti siap menyangkal diri. Dalam setiap keputusan, kita bertanya: “Apa yang memuliakan Kristus?” Kita menyadari bahwa hidup ini bukan milik kita, tetapi milik Dia yang telah menebus kita. Kita tidak hidup demi ambisi duniawi, tetapi demi misi Kerajaan Allah. Waktu, tenaga, dan sumber daya kita sekarang dipakai untuk kebaikan yang kekal. Kita hidup dalam komunitas iman, bukan dalam kesendirian rohani. Kita tidak bisa menyatakan kasih Kristus jika hidup kita hanya berpusat pada diri sendiri. Setiap hari adalah kesempatan untuk menyalurkan kasih dan kebaikan Tuhan kepada orang lain. Hidup dalam keselamatan berarti hidup dalam pertobatan yang terus-menerus. Kita dimampukan oleh Roh Kudus untuk menolak hidup egois. Dunia mendorong kita untuk mengejar diri sendiri, tetapi salib memanggil kita untuk mengikut Kristus. Hidup kita sekarang adalah hidup karena iman, bukan karena keinginan pribadi. Kita adalah utusan Kristus, bukan penikmat kenyamanan semata. Ketika kita mengingat salib, kita sadar bahwa hidup bukan lagi tentang “aku”, tapi tentang “Kristus di dalam aku”. Semakin kita memandang kasih Kristus, semakin kita terdorong untuk melayani tanpa pamrih. Hidup yang diselamatkan adalah hidup yang rela berbagi, mengampuni, dan berkorban. Kita menjalani hidup ini dengan tujuan mulia: untuk memuliakan Allah dan menjadi berkat bagi sesama.

Doa Hari Ini:

“Bapa Yesus, tolong kami untuk hidup bukan bagi diri kami sendiri, tetapi bagi Engkau yang telah mati dan bangkit bagi kami. Ajari kami setiap hari untuk hidup dalam kasih dan kerelaan, seperti Engkau telah memberikan diri-Mu untuk kami. Terima kasih Bapa, Amin!”

×

 

Hallo !

Hubungi staf pastori GBI Keluarga Kudus

×