“supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.”
Dalam Surat Roma 8:4, rasul Paulus menjelaskan bahwa tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita yang hidup menurut Roh. Kebenaran hukum itu tidak mungkin kita genapi dengan kekuatan sendiri. Dosa membuat kita lemah dan gagal menaati kehendak Allah. Karena itu Allah mengutus Anak-Nya, Yesus Kristus, ke dalam dunia. Yesus datang sebagai manusia sejati tetapi tanpa dosa. Ia menanggung hukuman dosa di kayu salib. Melalui pengorbanan-Nya, kuasa dosa dipatahkan. Di dalam Dia, tuntutan hukum Allah dipenuhi dengan sempurna. Inilah dasar dari perjanjian yang baru antara Allah dan umat-Nya. Yesus menjadi Pengantara Perjanjian Baru yang menjamin keselamatan kita. Ia bukan hanya menyelamatkan kita dari hukuman, tetapi juga memberi hidup yang baru. Hidup yang baru itu disebut hidup menurut Roh. Hidup menurut Roh berarti dipimpin oleh Roh Kudus setiap hari. Roh Kudus mengubahkan hati kita dari dalam. Ia memberi kerinduan untuk taat kepada Allah. Ia menolong kita mematikan keinginan daging yang berdosa. Tanpa Roh Kudus, kita akan kembali hidup dalam keinginan lama. Tetapi di dalam Kristus, kita menerima kuasa yang baru. Kuasa itu bukan dari usaha manusia, melainkan dari anugerah Allah. Hidup menurut Roh adalah buah dari karya penebusan Kristus. Ini bukan cara untuk mendapatkan keselamatan, tetapi respons atas keselamatan. Kita taat karena kita sudah ditebus. Kita hidup benar karena kita sudah dibenarkan. Setiap hari kita belajar berjalan dalam pimpinan Roh. Dengan demikian, hidup kita memuliakan Allah dan menyatakan bahwa Yesus sungguh Pengantara Perjanjian Baru.
Doa Hari Ini :
“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah menjadi Pengantara Perjanjian Baru bagi kami. Pimpinlah kami dengan Roh-Mu supaya kami hidup seturut kehendak-Mu setiap hari. Mampukan kami untuk memuliakan Engkau melalui hidup yang taat dan penuh kasih. Terima kasih Tuhan, Amin.”