“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,”
Menjadi dewasa secara rohani bukan soal usia, tetapi soal sikap hati. Kedewasaan dimulai saat kita belajar menaruh pikiran dan perasaan di dalam Kristus. Pikiran Kristus adalah pikiran yang rendah hati. Perasaan Kristus adalah perasaan yang penuh kasih. Kedewasaan rohani tidak dibuktikan dengan banyaknya pengetahuan, tetapi dengan kesediaan untuk taat. Kristus tidak mementingkan diri sendiri. Ia rela mengosongkan diri demi keselamatan orang lain. Kedewasaan berarti kita tidak lagi hidup untuk diri sendiri. Kita belajar melayani seperti Kristus melayani. Kita belajar mengampuni seperti Kristus mengampuni. Kita tidak mudah tersinggung. Kita tidak cepat marah. Kita tidak mencari pujian. Kita mencari kehendak Allah di atas kehendak diri. Pikiran Kristus membuat kita tidak iri terhadap sesama. Perasaan Kristus membuat kita peka terhadap penderitaan orang lain. Kedewasaan rohani membuat kita tetap tenang di tengah badai. Kita tidak mudah goyah. Kita tetap berpegang pada Firman. Kita berpikir sebelum berbicara. Kita mengasihi tanpa pamrih. Kita melangkah dengan hikmat, bukan emosi. Kita mendahulukan kepentingan Kerajaan Allah. Kita belajar melihat orang lain dengan mata Kristus. Pikiran Kristus membawa damai. Perasaan Kristus membawa penghiburan. Bila kita menaruh pikiran dan perasaan dalam Kristus, hidup kita akan berubah. Inilah tanda kedewasaan dan kematangan sejati dalam Tuhan.
Doa Hari Ini:
“Bapa tolong aku untuk menaruh pikiran dan perasaan yang sama seperti Engkau. Bentuk hatiku menjadi hati yang taat, rendah hati, dan penuh kasih seperti hati-Mu. Bimbing aku untuk bertumbuh menjadi pribadi yang dewasa dan matang dalam Engkau setiap hari. Terima kasih Bapa, Amin!”