“Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.”
Menjadi umat pilihan Allah bukan hanya tentang identitas, tetapi juga tentang cara hidup yang benar di hadapan-Nya. Dalam Kolose 3:5, Paulus dengan tegas meminta kita mematikan segala bentuk dosa yang masih hidup dalam diri kita. Dosa-dosa seperti percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, dan keserakahan harus ditinggalkan. Semua ini bukan hanya perbuatan jahat, tetapi tanda ketidakdewasaan rohani. Orang yang dewasa secara rohani akan belajar menyangkal keinginan daging. Kesadaran bahwa kita telah mati bersama Kristus membuat kita tidak lagi hidup untuk dosa. Kedewasaan rohani bukan sekadar pengetahuan Alkitab, melainkan perubahan karakter dan perilaku. Tuhan memanggil kita untuk hidup dalam kekudusan setiap hari. Ini membutuhkan keputusan yang tegas dan komitmen yang serius. Kita harus belajar mengendalikan pikiran dan tubuh kita. Ketika kita memilih hidup dalam dosa, kita sedang menyakiti hati Tuhan. Namun saat kita memilih hidup benar, kita sedang mencerminkan kasih dan kuasa Kristus. Umat Allah seharusnya menjadi terang, bukan menyatu dengan kegelapan. Kedewasaan dan kematangan dalam Kristus tampak dalam cara kita menolak dosa. Dunia boleh menganggap dosa itu biasa, tapi bagi umat pilihan Allah, dosa adalah musuh. Hati yang dewasa akan merasa bersalah ketika jatuh ke dalam dosa dan segera bertobat. Kita tidak bisa menjadi umat pilihan jika masih bermain-main dengan dosa. Paulus menyebutkan bahwa keserakahan adalah penyembahan berhala karena menggeser posisi Tuhan dari pusat hidup kita. Kita harus jujur mengakui bahwa dosa sering kali tampak menarik, tapi ujungnya adalah kematian. Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk selamat, tapi untuk serupa dengan Kristus. Serupa Kristus artinya membenci dosa dan mengasihi kebenaran. Kita butuh Roh Kudus untuk menguatkan kita setiap hari. Kedewasaan rohani adalah proses, tapi harus ada pertumbuhan nyata. Kita tidak boleh stagnan dalam iman, apalagi mundur. Setiap hari adalah kesempatan untuk menjadi lebih matang dan dewasa dalam Kristus. Perilaku kita adalah cermin dari siapa yang kita ikuti – daging atau Roh. Karena itu, mari kita tinggalkan semua dosa dan hidup sebagai umat pilihan yang kudus dan berkenan di hadapan-Nya.
Doa Hari Ini:
“Bapa, tolong kami untuk mematikan segala dosa yang masih mengikat hidup kami. Ajari kami menjadi umat-Mu yang dewasa, matang, dan hidup dalam kekudusan. Penuhi kami dengan Roh Kudus agar kami mampu menolak godaan dan hidup sesuai kehendak-Mu. Terima kasih Bapa, Amin!”