Mengampuni Segala Pelanggaran

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Mengampuni Segala Pelanggaran

Bacaan : Kolose 2 : 6 – 15

“sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib:”

Kolose 2:13-14 mengingatkan kita bahwa dahulu kita mati karena dosa-dosa kita. Kita tidak mampu menyelamatkan diri sendiri. Dosa membuat manusia terpisah dari Allah. Tidak ada usaha manusia yang cukup untuk menghapus dosa itu. Tetapi Allah tidak membiarkan kita tetap binasa. Dalam kasih-Nya, Allah mengutus Yesus Kristus. Kristus datang untuk membawa hidup bagi orang yang mati dalam dosa. Melalui kematian-Nya di kayu salib, Yesus menanggung hukuman dosa kita. Ia membayar lunas semua hutang dosa manusia. Tidak ada satu dosa pun yang terlewat dari pengampunan-Nya. Semua pelanggaran kita dihapus oleh darah Kristus. Surat hutang dosa kita telah dibatalkan. Tuduhan yang melawan kita telah disingkirkan. Salib menjadi bukti kasih Allah yang sempurna. Di dalam Kristus, kita menerima hidup yang baru. Kita tidak lagi hidup dalam rasa bersalah yang lama. Pengampunan Kristus memberi kita damai sejahtera. Pengampunan itu juga memberi kita keberanian untuk datang kepada Allah. Kristus adalah kekuatan Allah karena Ia sanggup menyelamatkan kita sepenuhnya. Kristus adalah hikmat Allah karena melalui salib, Allah menunjukkan jalan keselamatan yang sempurna. Dunia mungkin melihat salib sebagai kelemahan. Namun bagi orang percaya, salib adalah kemenangan. Hari ini kita dipanggil untuk hidup dalam syukur atas pengampunan itu. Jangan kembali hidup di bawah beban dosa yang sudah dihapuskan Kristus. Hiduplah sebagai orang yang telah dihidupkan bersama Kristus.

Doa Hari Ini :

“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah mengampuni segala pelanggaranku melalui pengorbanan-Mu di kayu salib. Tolong aku hidup setiap hari dalam rasa syukur, damai, dan ketaatan kepada-Mu. Mampukan aku untuk berjalan dalam hidup baru yang telah Engkau berikan. Terima kasih Tuhan, Amin!”