“ 24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”
Yesus mengajar kita bahwa mengikut Dia dimulai dengan menyangkal diri. Menyangkal diri berarti tidak selalu menuruti keinginan hati sendiri. Dalam Injil Matius 16:24, Yesus memanggil murid-murid untuk memilih jalan salib. Jalan salib bukan jalan yang mudah. Jalan ini sering menuntut pengorbanan. Namun jalan ini adalah jalan kasih. Ketika kita menyangkal diri, kita belajar memberi ruang bagi kehendak Allah. Kehendak Allah selalu membawa hidup. Kehendak Allah juga membawa berkat. Berkat itu bukan hanya untuk diri kita. Berkat itu mengalir kepada banyak orang. Menyangkal diri menolong kita tidak hidup egois. Kita belajar melihat kebutuhan orang lain. Kita belajar mendahulukan sesama. Dalam menyangkal diri, kita sedang meneladani Kristus. Kristus rela menderita demi keselamatan banyak orang. Dari salib, lahir pengharapan. Dari pengharapan, lahir kasih. Kasih itulah yang menggerakkan kita untuk melayani. Pelayanan yang lahir dari salib tidak mencari pujian. Pelayanan itu mencari kemuliaan Allah. Saat kita menyangkal diri, hidup kita dipakai Tuhan. Tuhan memakai hidup kita menjadi alat berkat. Banyak orang disentuh melalui ketaatan sederhana kita. Dengan menyangkal diri, kita sungguh menjadi berkat bagi banyak orang.
Doa Hari Ini :
“Tuhan Yesus, ajar kami menyangkal diri dan mengikuti Engkau dengan setia. Tolong kami hidup menurut kehendak-Mu dan bukan keinginan kami sendiri. Pakailah hidup kami menjadi berkat bagi banyak orang demi kemuliaan nama-Mu. Amin.”