“Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”
Yesus mengajar kita untuk mengumpulkan harta di sorga, bukan di bumi. Harta di bumi mudah rusak, hilang, atau dicuri. Harta di sorga tidak dapat rusak oleh waktu. Yesus tahu hati manusia mudah terikat pada hal yang kelihatan. Karena itu Ia mengarahkan hati kita kepada yang kekal. Mengumpulkan harta di sorga berarti hidup untuk menyenangkan Allah. Ini bukan tentang menjadi miskin, tetapi tentang sikap hati. Hati yang benar akan memimpin hidup yang benar. Ketika hati kita ada di sorga, hidup kita akan memuliakan Tuhan. Dalam pandangan perjanjian penebusan, Allah telah lebih dulu memberi anugerah. Kita diselamatkan bukan oleh perbuatan baik. Namun, orang yang sudah ditebus akan menghasilkan buah yang baik. Buah itu tampak dalam kasih kepada sesama. Kita dipanggil menjadi berkat bagi banyak orang. Berkat itu bisa berupa waktu, tenaga, dan perhatian. Berkat itu juga bisa berupa harta yang Tuhan percayakan. Saat kita memberi, kita sedang menabung di sorga. Memberi melatih hati kita untuk tidak serakah. Memberi membuat kita serupa dengan Kristus. Kristus memberi diri-Nya bagi banyak orang. Ketika kita hidup seperti ini, Injil menjadi nyata. Dunia melihat kasih Allah melalui hidup kita. Inilah tujuan hidup orang percaya. Mengumpulkan harta di sorga berarti hidup dalam ketaatan. Ketaatan itu lahir dari iman yang sejati. Di sanalah hati kita akan tinggal.
Doa Hari Ini :
“Tuhan, ajar kami untuk mengarahkan hati kami kepada perkara-perkara sorgawi. Tolong kami hidup sebagai berkat bagi banyak orang dengan apa yang kami miliki. Pakailah hidup kami untuk memuliakan nama-Mu. Amin.”