“dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.”
Hidup oleh Roh Kudus membuat kita mampu merendahkan hati kepada sesama. Penebusan Kristus bukan hanya menyelamatkan kita dari hukuman dosa, tetapi juga mengubahkan cara kita hidup. Salah satu bukti hidup yang sudah ditebus adalah sikap saling merendahkan hati. Kita tidak lagi hidup untuk diri sendiri, tetapi untuk melayani orang lain dalam kasih. Merendahkan hati bukan berarti lemah, tapi justru tanda kekuatan dari Roh Kudus. Dunia mengajarkan kita untuk meninggikan diri, tapi Roh Kudus menuntun kita untuk saling tunduk dalam kasih Kristus. Saat kita merendahkan diri, kita sedang meneladani Yesus yang lebih dahulu merendahkan diri-Nya bagi kita. Penebusan oleh Kristus menghasilkan hidup yang baru dan relasi yang baru. Dalam hidup yang baru itu, kita tidak lagi bersikap sombong atau merasa lebih penting dari orang lain. Kita belajar menghargai, mendengar, dan mengasihi sesama. Hidup dalam Roh membuat kita sadar bahwa semua orang berharga di mata Tuhan. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah di hadapan salib. Semua kita adalah orang-orang berdosa yang diselamatkan oleh anugerah. Maka, kita diajak untuk hidup rendah hati satu dengan yang lain. Roh Kudus mengajar kita untuk melepaskan ego dan mau mengutamakan kepentingan orang lain. Dalam keluarga, gereja, dan komunitas, sikap saling merendahkan diri membangun kesatuan. Penebusan Kristus bukan hanya mengubah status kita di hadapan Allah, tapi juga mengubah cara kita berelasi. Kita tidak lagi saling bersaing, tapi saling menopang. Ketika kita tunduk satu sama lain karena takut akan Kristus, kita sedang menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan dalam hidup kita. Kita menyerahkan kehendak pribadi dan membuka hati untuk bekerja sama. Tidak mudah merendahkan diri, tapi Roh Kudus memampukan kita. Hati yang ditebus adalah hati yang lembut dan mau diajar. Ketika Roh Kudus memenuhi hidup kita, kita makin rela melayani tanpa pamrih. Penebusan Kristus membuat kita hidup bukan untuk menang sendiri, tapi untuk menjadi berkat. Ketika kita hidup dalam penundukan diri, kita membawa damai, bukan konflik. Kita menjadi terang di tengah dunia yang penuh kebanggaan diri. Dunia melihat Yesus melalui kerendahan hati kita. Maka, mari kita terus berjalan dalam Roh dan hidup dalam penundukan diri satu sama lain.
Doa Hari Ini :
“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah menebus kami dan memberi kami hidup yang baru oleh Roh Kudus. Tolong kami untuk hidup dengan hati yang rendah dan saling melayani satu sama lain dengan kasih. Ajarlah kami setiap hari untuk takut akan Engkau dan berjalan dalam penundukan diri yang memuliakan nama-Mu. Amin!”