“Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.”
Yesus berkata bahwa Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, melainkan apa yang Ia lihat dikerjakan oleh Bapa. Pernyataan ini mengajarkan kepada kita bahwa hidup yang sejati dimulai dari penyerahan kepada kehendak Allah. Yesus, yang adalah Anak Allah, memilih untuk taat sepenuhnya kepada Bapa. Ia tidak berjalan menurut kehendak-Nya sendiri, tetapi menurut kehendak Bapa yang mengutus-Nya. Dalam ketaatan itu, Yesus menunjukkan bahwa kuasa dan berkat datang dari relasi dengan Bapa. Penyerahan Yesus bukan tanda kelemahan, melainkan tanda kekuatan yang lahir dari kasih dan kepercayaan. Demikian pula, ketika kita menyerahkan hidup kita kepada Allah, kita sedang masuk dalam pekerjaan-Nya yang besar. Allah bekerja dalam hidup orang yang mau taat dan berserah. Penyerahan berarti membiarkan Allah memimpin langkah kita. Ketika kita berhenti mengandalkan diri, kita mulai melihat tangan Tuhan bekerja. Hidup kita menjadi alat untuk menyatakan kasih dan kuasa-Nya. Pekerjaan Bapa terus berlangsung melalui kita yang mau mengikuti teladan Kristus. Dunia boleh melihat bahwa kasih Allah nyata dalam kehidupan yang berserah. Dalam penyerahan itu, kita menemukan damai yang sejati. Tidak ada lagi perjuangan untuk membuktikan diri, karena kita hidup dalam kehendak-Nya. Hidup yang berserah bukan berarti pasif, tetapi aktif mengikuti arah yang Tuhan tunjukkan. Saat kita taat, berkat Allah mengalir tanpa henti. Tuhan mengajarkan kita untuk bekerja bukan demi diri sendiri, tetapi demi kemuliaan-Nya. Inilah rahasia pekerjaan yang diberkati: bekerja bersama Bapa, bukan terpisah dari-Nya. Yesus adalah contoh sempurna dari penyerahan yang menghasilkan buah kekal. Jika kita mau meneladani-Nya, hidup kita pun akan menjadi saluran kasih dan berkat. Di tengah dunia yang sibuk mengejar kehendak sendiri, mari kita belajar berhenti sejenak dan berkata, “Jadilah kehendak-Mu, ya Tuhan.” Dalam penyerahan itu, kita menemukan sukacita yang tidak tergantikan. Karena hidup dalam penyerahan kepada Bapa berarti hidup dalam pekerjaan-Nya yang mulia dan penuh kasih.
Doa Hari Ini :
“Tuhan Yesus, ajar kami untuk hidup dalam penyerahan seperti Engkau yang taat kepada Bapa. Jadikan kami alat di tangan-Mu untuk melanjutkan pekerjaan Bapa di dunia ini. Kiranya hidup kami selalu mencerminkan kasih dan ketaatan kepada kehendak-Mu. Terima kasih Bapa, Amin!”