“’Mereka berkata seorang kepada yang lain: ”Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik.” Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan tér gala-gala sebagai tanah liat.”
Kejadian 11:3 menunjukkan bagaimana manusia mulai merencanakan sesuatu dengan kekuatan mereka sendiri. Mereka berkata satu sama lain untuk membuat batu bata dan membakarnya. Ini menunjukkan usaha manusia untuk menciptakan sesuatu tanpa bergantung kepada Tuhan. Mereka ingin membangun dengan cara mereka sendiri. Hati mereka mulai berpusat pada diri sendiri. Mereka merasa cukup dengan kemampuan mereka. Ini adalah awal dari kesombongan manusia. Dalam perspektif perjanjian penebusan, ini menunjukkan natur manusia yang jatuh. Manusia lebih memilih jalan sendiri daripada jalan Tuhan. Mereka bekerja sama, tetapi tanpa mencari kehendak Allah. Persatuan mereka bukan untuk kemuliaan Tuhan. Persatuan itu justru untuk meninggikan diri. Inilah akar dosa yang terus muncul dalam sejarah manusia. Namun di tengah kegagalan manusia, Injil mulai terlihat secara samar. Karena manusia tidak mampu menyelamatkan diri, Tuhan sendiri yang akan bertindak. Dari Babel kita melihat kebutuhan akan Juruselamat. Manusia membangun menara untuk naik ke surga. Tetapi dalam Injil, Kristus turun dari surga untuk menyelamatkan manusia. Ini adalah kontras yang sangat jelas. Usaha manusia selalu gagal membawa keselamatan. Hanya anugerah Tuhan yang sanggup menyelamatkan. Persiapan menara Babel mengingatkan kita akan hati manusia yang berdosa. Namun itu juga mempersiapkan kita untuk melihat keindahan karya Kristus. Di dalam Dia, manusia tidak perlu lagi membangun jalan ke surga. Kristus sendiri adalah jalan itu. Oleh karena itu, kita dipanggil untuk tidak mengandalkan diri sendiri. Kita harus bersandar penuh kepada Tuhan dalam segala hal.
Doa Hari Ini :
“Tuhan, kami menyadari bahwa sering kali kami mengandalkan kekuatan kami sendiri dan melupakan Engkau. Ajarlah kami untuk rendah hati dan selalu bergantung pada anugerah-Mu. Terima kasih karena di dalam Kristus, Engkau telah menyediakan jalan keselamatan bagi kami. Terima kasih Tuhan, Amin!”