Kota dengan Menara

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Kota dengan Menara

Bacaan : Kejadian 11 : 4

“’Juga kata mereka: ”Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.”

Kejadian 11:4 menceritakan manusia yang ingin membangun kota dengan menara yang tinggi sampai ke langit. Mereka ingin membuat nama bagi diri mereka sendiri. Mereka tidak ingin tersebar sesuai perintah Tuhan. Hati mereka dipenuhi oleh kesombongan. Mereka mengandalkan kekuatan dan persatuan mereka sendiri. Kota dan menara itu menjadi simbol keinginan manusia untuk menggantikan Tuhan. Ini adalah gambaran dosa yang berakar dalam hati manusia. Manusia ingin naik, tetapi bukan kepada Tuhan, melainkan untuk melawan Tuhan. Dalam perspektif perjanjian penebusan, Babel menunjukkan kebutuhan manusia akan keselamatan. Usaha manusia selalu gagal membawa mereka kepada Allah. Tuhan melihat kesombongan itu dan turun tangan. Ia mengacaukan bahasa mereka. Mereka tidak lagi dapat bekerja sama. Proyek itu berhenti. Manusia tersebar ke seluruh bumi. Ini adalah penghakiman, tetapi juga anugerah. Tuhan menghentikan dosa yang semakin besar. Dari sini kita melihat bahwa manusia tidak bisa menyelamatkan diri. Namun kisah ini tidak berhenti di Babel. Injil sudah mulai terlihat secara samar. Apa yang manusia coba capai dengan menara, Allah genapi melalui Kristus. Yesus datang bukan untuk meninggikan diri-Nya, tetapi merendahkan diri-Nya. Ia taat sampai mati di kayu salib. Di dalam Dia, manusia kembali dipersatukan, bukan dalam kesombongan, tetapi dalam kasih. Jika Babel memecah bahasa, maka di dalam Kristus Roh Kudus mempersatukan kembali. Keselamatan bukan hasil usaha manusia, tetapi anugerah Allah. Karena itu kita dipanggil untuk tidak membangun “menara” kita sendiri. Kita dipanggil untuk hidup dalam ketaatan dan kerendahan hati. Hanya di dalam Kristus kita memiliki nama yang sejati dan kekal.

Doa Hari Ini :

“Tuhan, ampuni kami karena sering ingin meninggikan diri kami sendiri. Ajarkan kami untuk hidup rendah hati dan bergantung hanya kepada-Mu. Terima kasih karena di dalam Kristus Engkau memberi kami keselamatan yang sejati. Terima kasih Tuhan, Amin!”