“Yesus mendekati mereka dan berkata: ”Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi”
Yesus berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” Pernyataan ini bukan sekadar deklarasi otoritas, tetapi manifestasi dari karya penebusan yang telah Ia genapi di salib. Kuasa itu tidak datang secara otomatis, melainkan sebagai hasil ketaatan-Nya yang sempurna sampai mati, bahkan mati di kayu salib. Penebusan Kristus bukan hanya membebaskan manusia dari dosa, tetapi juga memulihkan posisi manusia dalam relasi dengan Allah. Dalam terang Perjanjian, Yesus adalah penggenapan dari janji Allah kepada Abraham, Musa, dan Daud. Ia adalah Mesias yang dijanjikan, Anak Domba yang disembelih, dan Raja yang dinubuatkan. Ketika Yesus menyatakan kuasa-Nya, Ia mengundang umat-Nya untuk mengenal Dia secara benar—bukan hanya sebagai guru, tetapi sebagai Tuhan dan Penebus. Mengenal Kristus secara benar berarti menerima-Nya sebagai pusat sejarah keselamatan. Ia bukan hanya bagian dari kisah Alkitab, melainkan inti dari seluruh narasi penebusan. Tanpa pengenalan yang benar akan Kristus, iman kita menjadi sia-sia. Pengetahuan tentang Kristus harus lahir dari perjumpaan pribadi dan pemahaman akan karya-Nya dalam sejarah. Ia adalah Adam terakhir yang taat, Musa sejati yang memediasi perjanjian baru, dan Daud yang duduk di takhta selamanya. Dalam Dialah seluruh Kitab Suci mencapai klimaksnya. Kuasa yang diberikan kepada-Nya adalah kuasa untuk menyelamatkan, menguduskan, dan memerintah umat-Nya. Ia berkuasa atas maut, dosa, dan Iblis. Tidak ada kuasa lain di bawah langit yang dapat menandingi otoritas Kristus. Kuasa ini menjamin bahwa setiap janji-Nya akan digenapi. Kuasa ini juga menjadi dasar bagi misi gereja di dunia. Karena itu, pengenalan akan Kristus tidak bisa dangkal, melainkan harus berdasarkan pewahyuan Firman. Firman itu telah menjadi daging dan diam di antara kita. Hanya melalui salib kita mengenal Kristus dengan benar. Salib adalah takhta-Nya dan kubur kosong adalah bukti kuasa-Nya. Ia bangkit bukan hanya untuk membuktikan diri-Nya, tetapi untuk membawa kita kepada pengenalan yang sejati akan Allah. Barang siapa mengenal Dia dengan benar, ia hidup dalam kuasa-Nya. Pengenalan yang benar menghasilkan penyembahan yang sejati. Dan dalam penyembahan itulah, kita ditransformasi menjadi serupa dengan Dia. Segala kuasa telah diberikan kepada-Nya—dan karena itu, kita hidup dalam kemenangan-Nya.
Doa Hari Ini :
“Bapa, betapa mulianya kemenangan Kristus bagiku. Aku percaya Yesus menang atas maut dan menjadikan aku lebih dari pemenang untuk hidup bagi Engkau ya Bapa. Terima kasih Bapa, Amin!”