“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
Setiap orang pasti bekerja dalam hidupnya. Ada yang bekerja di rumah, ada yang bekerja di kantor, ada yang bekerja di ladang, dan ada yang bekerja di pelayanan. Pekerjaan seringkali terasa berat dan melelahkan. Kadang pekerjaan juga tidak dihargai oleh orang lain. Namun firman Tuhan mengingatkan kita untuk bekerja bukan untuk manusia. Kita diajar bekerja seolah-olah untuk Tuhan. Hal ini berarti motivasi utama kita adalah Tuhan sendiri. Pekerjaan bukan hanya urusan ekonomi. Pekerjaan juga bukan sekadar rutinitas. Pekerjaan adalah bagian dari ibadah kita. Tuhan Yesus menebus kita agar seluruh hidup kita menjadi milik-Nya. Penebusan itu meliputi juga cara kita bekerja. Kita bekerja bukan lagi dengan keluhan, tetapi dengan syukur. Kita bekerja bukan dengan malas, tetapi dengan rajin. Kita bekerja bukan dengan curang, tetapi dengan jujur. Kita bekerja bukan demi pujian manusia, tetapi demi kemuliaan Tuhan. Ketika Yesus menebus kita, Dia menebus seluruh aspek hidup kita. Termasuk cara kita mencari nafkah setiap hari. Maka setiap pekerjaan, sekecil apapun, menjadi berharga di hadapan Tuhan. Membantu orang lain adalah bagian dari pekerjaan bagi Tuhan. Merawat keluarga adalah bagian dari pekerjaan bagi Tuhan. Melayani jemaat adalah bagian dari pekerjaan bagi Tuhan. Menjalankan tanggung jawab pribadi juga bagian dari pekerjaan bagi Tuhan. Penebusan Kristus memberi makna baru pada setiap usaha kita. Karena itu, mari kita bekerja dengan hati yang penuh kasih. Mari kita bekerja dengan motivasi yang benar. Mari kita bekerja dengan kesadaran bahwa kita adalah hamba Kristus.
Doa Hari Ini:
“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah menebus hidup kami sepenuhnya. Tolong kami agar setiap pekerjaan kami dilakukan seolah-olah untuk-Mu. Biarlah hidup kami menjadi kesaksian yang memuliakan nama-Mu. Terima kasih Tuhan, Amin!”