“Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.”
Tuhan Yesus adalah Penebus yang mengajarkan bahwa pekerjaan bukan sekadar urusan dunia, tetapi bagian dari ibadah. Allah tidak memandang muka, sebab di hadapan-Nya semua manusia sama. Majikan dan hamba sama-sama diciptakan menurut gambar Allah. Karena itu, penebusan Kristus meruntuhkan tembok perbedaan. Kuasa salib memerdekakan kita dari sikap sombong dan diskriminatif. Di dalam Kristus, tidak ada lagi superioritas manusia. Penebusan membawa kesetaraan yang lahir dari kasih Allah. Pekerjaan apa pun, besar atau kecil, bernilai sama jika dilakukan bagi Tuhan. Tuhan melihat hati, bukan jabatan. Dia menghargai ketulusan, bukan kedudukan. Majikan dipanggil untuk tidak berlaku kasar. Hamba dipanggil untuk tidak bekerja dengan mata manusia. Keduanya sama-sama dipanggil melayani Kristus dalam pekerjaan. Inilah makna Injil yang membebaskan setiap orang. Tuhan menuntut sikap adil, bukan pilih kasih. Penebusan Kristus mengubah cara kita memimpin. Penebusan juga mengubah cara kita melayani. Tidak ada ruang untuk diskriminasi dalam terang Injil. Pekerjaan menjadi ladang ibadah, bukan sekadar rutinitas. Yesus adalah Tuhan yang adil. Dia akan menghakimi semua orang tanpa pandang bulu. Karena itu, bekerja bagi Tuhan lebih utama daripada mencari pujian manusia. Penebusan menjadikan pekerjaan sarana kasih. Tuhan ingin kita mencerminkan Kristus dalam sikap kerja. Dunia boleh membeda-bedakan, tetapi Kristus tidak. Karena itu, mari bekerja dengan takut akan Tuhan.
Doa Hari Ini :
“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah menebus kami dan menjadikan kami sama di hadapan-Mu. Tolong kami supaya bekerja dengan hati yang murni dan adil, tanpa memandang muka. Biarlah setiap pekerjaan kami menjadi ibadah yang memuliakan Engkau. Terima kasih Tuhan, Amin!”