“22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.”
Efesus 5:22-23 mengajarkan bahwa kehidupan suami dan istri harus berpusat kepada Kristus. Paulus mengajarkan bahwa istri dipanggil untuk tunduk kepada suaminya seperti kepada Tuhan. Tunduk bukan berarti istri lebih rendah daripada suami. Tunduk berarti menghormati suami dalam ketaatan kepada Kristus. Suami juga menerima panggilan yang sangat besar untuk mengasihi istrinya. Kasih suami kepada istri harus mencerminkan kasih Kristus kepada jemaat-Nya. Kristus tidak mengasihi umat-Nya dengan perkataan saja. Kristus memberikan diri-Nya untuk menebus dan menyelamatkan umat-Nya. Karena itu, kasih dalam pernikahan harus menjadi kasih yang rela berkorban. Suami dipanggil untuk mengasihi dengan kesetiaan, kelembutan, dan tanggung jawab. Istri dipanggil untuk menghormati dan mendukung suami dengan hati yang tunduk kepada Tuhan. Keduanya tidak dipanggil untuk saling menguasai. Keduanya dipanggil untuk saling melayani di dalam Kristus. Pernikahan Kristen bukan hanya tentang kebahagiaan pribadi. Pernikahan Kristen juga menjadi kesaksian tentang kasih perjanjian Allah. Ketika suami mengasihi istrinya dengan setia, ia sedang menunjukkan gambaran kasih Kristus. Ketika istri menghormati suaminya dengan tulus, ia sedang menunjukkan ketaatan kepada Kristus. Karena dosa, hubungan suami dan istri sering dipenuhi ego, kemarahan, dan keinginan untuk menang sendiri. Namun Injil mengingatkan bahwa Kristus telah menebus kita dan memberikan hidup yang baru. Oleh karena itu, suami dan istri tidak boleh menjadikan kesalahan pasangan sebagai alasan untuk berhenti mengasihi. Mereka dipanggil untuk belajar mengampuni sebagaimana Kristus telah mengampuni mereka. Mereka juga dipanggil untuk berbicara dengan kasih dan menyelesaikan masalah dengan kerendahan hati. Kasih yang berpusat kepada Kristus tidak hanya muncul ketika keadaan menyenangkan. Kasih itu tetap bertahan ketika pasangan sedang lemah, gagal, atau mengalami kesulitan. Rumah tangga yang berpusat kepada Kristus menjadi tempat di mana kasih karunia Tuhan dinyatakan setiap hari. Karena itu, marilah suami dan istri saling mengasihi bukan karena pasangan selalu sempurna, tetapi karena Kristus terlebih dahulu mengasihi dan menebus kita.
Doa Hari Ini :
“Tuhan Yesus, ajarlah kami sebagai suami dan istri untuk saling mengasihi, menghormati, mengampuni, dan melayani dengan kasih yang berasal dari-Mu.
Jauhkan kami dari ego, kemarahan, dan keinginan untuk menang sendiri, serta mampukan kami membangun rumah tangga yang berpusat kepada Kristus.
Kiranya melalui kehidupan pernikahan kami, kasih Kristus nyata dan menjadi kesaksian bagi keluarga serta orang-orang di sekitar kami. Amin!”