“Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.”
Abraham tidak bimbang terhadap janji Allah walaupun keadaannya terlihat mustahil. Ia tetap percaya ketika tubuhnya lemah. Ia tetap memandang kepada Tuhan ketika harapan manusiawi tidak ada. Ia tahu bahwa Allah tidak pernah gagal. Ia yakin Allah berkuasa melakukan apa yang Dia janjikan. Kekuatan Abraham bukan dari dirinya sendiri. Kekuatan itu datang dari iman kepada Allah. Iman itu membuatnya bertahan. Iman itu membuatnya tetap berharap. Iman itu membuatnya bersukacita sebelum janji digenapi. Iman itu memberi damai sejahtera di tengah kelemahan. Ketika Abraham lemah, Allah menjadi kuat dalam dirinya. Inilah rahasia orang percaya yang sejati. Kita mungkin merasa sangat lemah hari ini. Kita mungkin merasa tidak sanggup menghadapi hidup. Kita mungkin melihat keadaan yang bertentangan dengan janji Tuhan. Namun janji Tuhan tetap ya dan amin. Tuhan tidak pernah berubah. Kuasa-Nya tetap sama. Kasih-Nya tetap sama. Kesetiaan-Nya tetap sama. Karena itu kita tidak perlu bimbang. Kita hanya perlu percaya seperti Abraham percaya. Ketika kita menyerahkan kelemahan kita kepada Tuhan, Dia menukar kelemahan itu dengan kekuatan. Ketika kita berhenti mengandalkan diri kita, kita mulai melihat kuasa Tuhan bekerja. Ketika kita percaya tanpa bimbang, kita akan melihat penyertaan Tuhan dinyatakan. Dan pada akhirnya kita akan berkata dengan iman, “Jika aku lemah, maka aku kuat.”
Doa Hari Ini :
Tuhan Yesus, ajar aku percaya tanpa bimbang seperti Abraham, walaupun keadaan terlihat lemah dan tidak pasti. Engkau saja sumber kekuatanku, dan aku menyerahkan seluruh hidupku agar kuasa-Mu bekerja di atas kelemahanku. Jadikanlah imanku semakin teguh agar aku tetap kuat di dalam Engkau sampai janji-Mu nyata. Terima kasih Tuhan, Amin!”