“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”
Yesus berkata bahwa Ia adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-ranting. Kita hanya dapat hidup jika melekat kepada Yesus setiap hari. Ketika kita menjauh dari Yesus, kita kehilangan kekuatan rohani. Banyak orang berusaha kuat dengan kekuatannya sendiri, tetapi akhirnya tetap jatuh. Yesus ingin kita menyadari bahwa kekuatan sejati tidak berasal dari diri kita, tetapi dari Dia. Saat kita merasa lemah, sebenarnya kita sedang diingatkan untuk kembali bergantung kepada Yesus. Ketika kita tidak mampu, Yesus mampu untuk kita. Di tengah masalah, Yesus menjadi sumber ketenangan kita. Di tengah pergumulan, Yesus menjadi sumber kemenangan kita. Di tengah air mata, Yesus menjadi sumber penghiburan kita. Allah bekerja paling kuat ketika kita berhenti mengandalkan diri sendiri. Hidup berbuah hanya mungkin jika kita melekat kepada Yesus. Berbuah berarti hidup kita menjadi berkat bagi orang lain. Berbuah juga berarti karakter kita semakin mirip Kristus. Kelemahan kita bukan alasan untuk menyerah, tetapi alasan untuk semakin bersandar kepada Yesus. Setiap hari kita membutuhkan Yesus lebih dari apa pun. Tanpa Yesus kita tidak bisa melakukan apa-apa. Dengan Yesus kita bisa menghadapi segala hal. Dengan Yesus kita bisa mengalahkan pencobaan. Dengan Yesus kita bisa bertahan dalam badai hidup. Dengan Yesus kita bisa tetap tenang meskipun keadaan tidak menentu. Dunia menawarkan banyak sumber kekuatan palsu, tetapi hanya Yesus yang memberi kekuatan sejati. Ketika kita bersandar kepada Yesus, kita menemukan bahwa kelemahan bukan kekalahan. Kelemahan adalah jalan menuju kekuatan Allah bekerja dalam hidup kita. Karena itu, jika kita merasa lemah, jangan takut dan jangan menyerah. Justru pada saat kita lemah, kita menjadi kuat karena Yesus adalah pokok anggur yang sempurna bagi kita.
Doa Hari Ini :
“Tuhan Yesus, ajar aku untuk selalu melekat kepada-Mu dan tidak bergantung pada kekuatanku sendiri. Pakailah setiap kelemahan dalam hidupku untuk menyatakan kuasa dan kasih-Mu. Jadikan aku ranting yang selalu berbuah dan memuliakan nama-Mu. Terima kasih Tuhan, Amin!”