“Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: ”Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir”
Ketika Yohanes melihat kemuliaan Kristus, ia tersungkur seperti orang mati, karena kekudusan Sang Penebus tak bisa disambut dengan keberadaan manusia berdosa. Tetapi Yesus, yang telah bangkit dan hidup selama-lamanya, meletakkan tangan kanan-Nya dan berkata, “Jangan takut.” Ini adalah suara yang sama dari Salib yang menyatakan kasih karunia dalam penghakiman. Dalam perjumpaan ini, Kristus menyatakan diri bukan hanya sebagai yang mulia, tapi juga sebagai Penebus yang personal. Dialah yang sudah mati dan sekarang hidup—ini adalah inti dari Injil. Penebusan bukanlah sekadar doktrin, melainkan pribadi yang menyentuh dan mengangkat kita dari kematian rohani. Yohanes mengenal Yesus sebelumnya, namun kini ia melihat Dia dalam terang yang penuh dan sempurna. Di dalam Kristus, rencana penebusan Allah mencapai puncaknya. Dialah yang memegang kunci maut dan kerajaan maut, karena Dialah Pemilik hidup. Penebusan Kristus bersifat final, penuh otoritas, dan didasarkan pada karya salib yang sempurna. Ia tidak hanya menebus masa lalu kita, tetapi menjamin masa depan kita. Mengenal Kristus bukan hanya soal pengenalan intelektual, tetapi pengalaman eksistensial yang mengubah. Mengenal Dia adalah mengenal kasih karunia yang menaklukkan rasa takut. Dalam terang Wahyu 1:17, kita tidak lagi melihat Kristus hanya sebagai sejarah, tetapi sebagai Pribadi yang hadir sekarang dan selamanya. Dia adalah Immanuel yang kekal. Penebusan-Nya menyatakan bahwa Ia tidak menjauh, tetapi mendekat. Kita dipanggil untuk tidak takut, sebab Sang Penebus memegang hidup kita. Ia bukan hanya Juruselamat yang dahulu, tetapi Raja yang sekarang dan akan datang. Dalam perjanjian penebusan antara Bapa, Anak, dan Roh Kudus, Yesus menggenapi seluruh janji penyelamatan. Dialah Anak Domba yang disembelih sejak dunia dijadikan. Kita mengenal Dia benar apabila kita melihat-Nya sebagai Tuhan dan Penebus. Melalui Wahyu, kita dituntun bukan hanya untuk mengagumi Kristus, tetapi tunduk kepada-Nya. Dialah Alfa dan Omega, yang memulai dan mengakhiri iman kita. Penebusan-Nya adalah dasar dari harapan kekal kita. Maka biarlah setiap hati tersungkur dalam penyembahan, seperti Yohanes. Karena hanya Kristus yang layak menerima segala hormat, sebab Dialah Penebus dan Raja yang hidup. Mengenal Kristus dengan benar berarti hidup dalam terang salib dan kebangkitan-Nya. Dan dalam Dialah, kita bebas dari ketakutan akan maut, karena hidup kekal telah dijamin oleh-Nya.
Doa Hari Ini :
“Bapa, betapa mulia karya penebusan PuteraMu Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamatku. Roh Kudus, ajar aku untuk selalu mengagumi Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Terima kasih Bapa, Amin!”