“melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.”
Yesus, yang adalah Allah sejati, tidak mempertahankan hak-Nya sebagai Allah untuk keuntungan diri-Nya. Ia mengosongkan diri, bukan dengan kehilangan keilahian-Nya, tetapi dengan mengambil rupa seorang hamba. Dalam perjanjian penebusan, Yesus secara sukarela tunduk kepada kehendak Bapa demi keselamatan umat pilihan. Ia bukan hanya menjadi manusia, tetapi menjadi hamba, hina, dan tersalib. Dalam tindakan ini, kita melihat kasih yang tak terukur dari Allah Tritunggal. Penebusan bukanlah reaksi, melainkan keputusan kekal dalam perjanjian intra-Trinitas. Mengenal Kristus dengan benar berarti mengenal-Nya bukan hanya sebagai guru, tetapi sebagai Penebus yang tunduk dalam ketaatan mutlak. Pengetahuan yang benar tentang Kristus membawa kita pada penyembahan yang benar. Kita tidak dapat memisahkan inkarnasi Kristus dari tujuan penebusan-Nya. Inkarnasi adalah langkah pertama menuju salib. Salib adalah puncak ketaatan dan kasih-Nya. Dalam rupa hamba, Kristus menyatakan kemuliaan Allah yang sejati—kemuliaan dalam kerendahan. Melalui pengosongan diri, kita melihat nilai sejati dari kerendahan hati dalam rencana penebusan. Penebusan bukan terjadi secara kebetulan, tetapi dicanangkan sebelum dunia dijadikan. Kristus datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya. Dialah Hamba Perjanjian yang dijanjikan dalam Yesaya. Dalam Filipi 2:6-7, kita diperlihatkan karakter Allah yang agung dan penuh belas kasih. Kesediaan-Nya menjadi manusia adalah deklarasi kasih karunia yang hidup. Kita mengenal Kristus secara benar ketika kita menyadari bahwa Ia adalah Allah yang menjadi manusia demi menebus manusia. Pengetahuan teologis tentang Kristus harus memimpin kepada relasi pribadi dengan-Nya. Bukan sekadar mengenal fakta, tetapi mengenal Dia dalam persekutuan kasih. Penebusan itu mahal karena Allah sendiri yang membayarnya. Dalam kerendahan Kristus, kita melihat tinggi dan luasnya kasih Allah. Jika kita sungguh mengenal Dia, maka hidup kita pun akan dibentuk oleh salib dan ketaatan. Kristus yang merendahkan diri adalah teladan bagi kita yang telah ditebus. Tanpa pengosongan diri-Nya, tidak ada penebusan. Maka, marilah kita mengenal Dia dengan benar, agar kita hidup dalam kasih dan ketaatan yang sejati.
Doa Hari Ini :
“Bapa, sungguh mulia penebusan Yesus Kristus bagiku. Aku percaya Roh Kudus membawaku untuk mengenal Yesus yang adalah Juruselamatku. Terima kasih Bapa, Amin!”