“Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.”
Ketika kita masih anak-anak, kita berpikir, berkata, dan bertindak seperti anak-anak. Paulus ingin kita menyadari bahwa pertumbuhan rohani menuntut perubahan cara hidup. Masa kanak-kanak adalah masa belajar, tapi bukan tempat tinggal selamanya. Dalam Kristus, kita dipanggil untuk bertumbuh, bukan hanya usia, tetapi juga iman dan karakter. Orang dewasa secara rohani tidak mudah tersinggung, tidak mencari kehendaknya sendiri. Kedewasaan ditandai dengan kasih yang tidak egois dan sikap yang bertanggung jawab. Meninggalkan sifat kanak-kanak bukan berarti kehilangan sukacita, tetapi memiliki hikmat dalam menyikapi hidup. Sifat kanak-kanak suka memaksa, mudah marah, dan tidak sabar. Tapi orang yang matang tahu kapan harus berbicara, dan kapan harus diam. Ia tahu kapan harus menegur dengan kasih, bukan dengan emosi. Paulus mengajak kita meninggalkan cara berpikir kekanak-kanakan yang sempit dan mementingkan diri. Kedewasaan rohani ditandai dengan kesediaan untuk belajar, berubah, dan tunduk pada kehendak Allah. Orang yang dewasa tahu bahwa hidup bukan hanya tentang dirinya. Ia mulai memikirkan sesama, mulai memberi, bukan hanya menuntut. Ia menjadi teladan, bukan hanya pengamat. Dalam gereja, Tuhan ingin kita tidak hanya menjadi pengisi bangku, tetapi menjadi pembawa kasih. Tuhan ingin kita tidak hanya tahu banyak, tapi juga hidup dalam kebenaran. Anak-anak rohani cepat kecewa, tapi orang yang dewasa tetap setia dalam penderitaan. Anak-anak rohani suka membandingkan diri, tapi yang dewasa tahu jati dirinya dalam Kristus. Anak-anak rohani lari dari tanggung jawab, tapi orang yang dewasa justru memikul salib. Dalam pertumbuhan iman, meninggalkan sifat kanak-kanak adalah bukti kasih yang semakin sempurna. Kita tidak bisa mengasihi dengan tulus jika masih terikat pada keinginan-keinginan egois. Kedewasaan berarti kita makin serupa Kristus, yang rendah hati dan taat. Mari kita bertumbuh dalam kasih, karena kasihlah tanda kedewasaan sejati. Mari kita latih hati kita untuk sabar, pemaaf, dan rendah hati. Roh Kudus akan memampukan kita untuk meninggalkan cara hidup yang lama. Dan kasih Kristus akan membentuk kita menjadi pribadi yang matang dan penuh kasih.
Doa Hari Ini :
“Bapa bentuklah aku menjadi pribadi yang dewasa dan bertanggung jawab dalam iman. Ajarku meninggalkan sifat-sifat kekanak-kanakan yang hanya mementingkan diri sendiri. Pimpin aku agar hidupku menjadi cermin kasih dan kedewasaan-Mu bagi sesama. Terima kasih Bapa, Amin!”