“Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: ”Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan Tuhan.”
Kejadian 4:1-2 menceritakan tentang kelahiran Kain dan Habel di tengah dunia yang sudah jatuh dalam dosa. Hawa bersukacita karena Tuhan masih memberi keturunan. Di tengah hukuman atas dosa, Allah tetap menunjukkan anugerah-Nya. Kain lahir sebagai tanda harapan manusia. Habel lahir sebagai pengingat bahwa hidup manusia rapuh seperti uap. Dua anak ini lahir dari rahim yang sama, tetapi hati mereka berjalan ke arah yang berbeda. Dari keluarga pertama, kita sudah melihat dua jalan kehidupan. Satu jalan berpusat pada diri sendiri. Satu jalan mencari perkenanan Tuhan. Kain dan Habel mengajarkan bahwa dosa tidak hanya merusak dunia luar, tetapi juga hati manusia. Ketika hati tidak dijaga, iri hati bisa berubah menjadi kebencian. Kebencian bisa melahirkan kekerasan. Dan kekerasan bisa menumpahkan darah. Darah Habel akhirnya berteriak dari tanah. Teriakan itu adalah suara keadilan Allah. Darah itu menjadi saksi bahwa dosa membawa maut. Namun Alkitab tidak berhenti pada darah yang berteriak. Di kemudian hari ada darah lain yang tercurah. Darah itu bukan berseru untuk pembalasan, tetapi untuk pengampunan. Darah itu adalah darah Yesus Kristus. Melalui kematian-Nya di kayu salib, Ia menanggung hukuman yang seharusnya kita terima. Jika darah Habel menunjukkan betapa seriusnya dosa, darah Kristus menunjukkan betapa besarnya kasih Allah. Dari Kain kita belajar bahaya hati yang tidak bertobat. Dari Habel kita melihat korban yang diterima Allah. Dan dari Kristus kita menerima keselamatan yang sempurna dan hidup yang baru.
Doa Hari Ini :
Tuhan Yesus, jaga hati kami agar tidak dikuasai iri dan kebencian seperti Kain. Ajarlah kami hidup berkenan kepada-Mu seperti Habel yang mempersembahkan yang terbaik. Terima kasih untuk darah-Mu yang menyelamatkan dan memberi kami pengampunan serta hidup yang baru. Amin