“Selanjutnya Tuhan Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu”
Allah menanam sebuah taman di Eden, di sebelah timur, sebagai tempat yang indah. Tindakan ini menunjukkan bahwa Allah adalah Pribadi yang berinisiatif. Allah tidak mencipta manusia lalu membiarkannya sendirian. Ia menyediakan ruang hidup yang penuh kebaikan. Taman Eden bukan sekadar tempat tinggal. Taman itu adalah ruang persekutuan antara Allah dan manusia. Kata “menanam” menunjukkan perhatian dan kasih Allah. Allah ingin dekat dengan manusia ciptaan-Nya. Sisi timur Eden mengingatkan kita pada arah awal kehidupan. Dari sana manusia memulai hidupnya bersama Allah. Persekutuan ini terjadi sebelum dosa masuk ke dunia. Itu berarti relasi dengan Allah adalah tujuan utama penciptaan. Manusia diciptakan untuk berjalan bersama Allah. Allah hadir bukan sebagai Penguasa yang jauh. Ia hadir sebagai Allah yang berelasi. Dalam rencana penebusan, Allah selalu memulihkan persekutuan yang rusak. Eden menjadi gambaran awal dari rencana besar Allah. Kelak, persekutuan itu dipulihkan sepenuhnya di dalam Kristus. Kristus membawa manusia kembali kepada Allah. Seperti di Eden, Allah kembali mengambil inisiatif. Ia memanggil manusia untuk tinggal bersama-Nya. Hidup orang percaya berakar pada persekutuan ini. Kita dipanggil menikmati hadirat Allah setiap hari. Kejadian 2:8 mengajarkan bahwa iman dimulai dari relasi. Allah mencipta bukan hanya untuk bekerja saja, tetapi untuk bersekutu dengan Dia.
Doa Hari Ini
“Tuhan, terima kasih karena Engkau mencipta kami untuk hidup dekat dengan-Mu. Ajarlah kami menghargai persekutuan dengan-Mu setiap hari. Pulihkan hati kami agar selalu rindu tinggal dalam hadirat-Mu. Terima kasih Tuhan, Amin.”